Jawa Pos Radar Madiun – Banyak orang melihat Vespa dari bodinya. Padahal, ada satu bagian yang diam-diam menentukan “rasa” berkendara: stang.
Di dunia Vespa, bentuk stang bukan sekadar desain. Ia menentukan posisi duduk, visibilitas, bahkan aura motor itu sendiri.
Berikut ini jenis-jenis stang pada skuter Italia.
Stang Bulat
Model stang bulat melekat pada Vespa era 60–70-an. Bentuknya membulat dengan lampu depan menyatu di stang, seperti pada Vespa Sprint dan Vespa Super.
Baca Juga: Mau Beli Vespa Klasik? Kenali Ciri Original dan Modifikasi, Salah Pilih Bisa Rugi Besar
Karakter utamanya jelas: santai. Posisi tangan natural, cocok untuk riding pelan sambil menikmati jalan.
Stang Kotak
Masuk ke generasi berikutnya, bentuk mulai berubah. Stang kotak atau square headset seperti pada Vespa PX tampil lebih tegas dan fungsional.
Panel speedometer lebih jelas, posisi berkendara terasa sedikit lebih “siap jalan”.
Tidak seklasik bulat, tapi juga belum sepenuhnya modern.
Stang T (Drop Bar)
Ini varian yang paling jarang—dan paling dicari. Digunakan pada model sport seperti Vespa 90SS, stang T punya posisi lebih rendah dan agresif.
Efeknya langsung terasa: posisi badan condong ke depan, handling lebih responsif, dan secara visual terlihat “ngebut” bahkan saat diam.
Stang Matic
Pada Vespa masa kini seperti Vespa Primavera atau Vespa GTS, stang sudah menyatu dengan panel digital.
Desainnya lebih bersih, fitur lebih lengkap, tapi tetap mempertahankan DNA Vespa.
Editor : Andi Chorniawan