Olahraga Intens Singkat Efektif Turunkan Risiko Penyakit Kronis

Rimba Febriani • Dipublikasikan Sabtu, 18 April 2026 | 05:45 WIB
Ilustrasi olahraga ringan. (ISTIMEWA)
Ilustrasi olahraga ringan. (ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Madiun - Aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan dalam waktu lama untuk memberikan manfaat kesehatan. Studi terbaru yang dipublikasikan di European Heart Journal menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat justru bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan.

Dilansir dari EatingWell, penelitian ini menegaskan bahwa intensitas olahraga memiliki peran penting, tidak hanya durasi, dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Studi Besar dengan Ribuan Partisipan

Penelitian ini melibatkan lebih dari 96 ribu orang yang menggunakan pelacak kebugaran, serta lebih dari 375 ribu responden survei terkait aktivitas fisik. Para partisipan dipantau selama 9 hingga 14 tahun.

Baca Juga: Efek Samping Lidah Buaya untuk Wajah yang Perlu Diketahui

Peneliti mengamati risiko terhadap berbagai penyakit kronis, seperti:

Penyakit jantung

Diabetes tipe 2

Penyakit ginjal kronis

Gangguan pernapasan

Demensia

Penyakit hati

Hasil: Risiko Penyakit Turun Signifikan

Hasilnya cukup mencolok. Partisipan yang memasukkan lebih dari 4 persen aktivitas intens dalam rutinitas mingguan menunjukkan penurunan risiko berbagai penyakit.

Beberapa temuan penting antara lain:

Baca Juga: Cara Menyembuhkan Lutut Sakit di Usia Muda dengan Tepat

Risiko penyakit kardiovaskular turun 31%

Penyakit ginjal kronis turun 41%

Penyakit pernapasan kronis turun 44%

Diabetes tipe 2 turun hingga 60%

Demensia turun 63%

Risiko kematian dari berbagai penyebab turun 46%

Temuan ini menunjukkan bahwa sedikit tambahan aktivitas intens bisa memberikan manfaat besar.

Intensitas Lebih Penting dari Durasi?

Peneliti menemukan bahwa respons tubuh terhadap olahraga berbeda tergantung jenis penyakit. Untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit hati, durasi dan intensitas sama-sama penting.

Baca Juga: Cotard’s Syndrome: Saat Seseorang Merasa Dirinya Sudah Tidak Ada

Namun, untuk kondisi seperti demensia dan penyakit inflamasi, intensitas aktivitas justru menjadi faktor yang lebih dominan.

Cukup 15–20 Menit per Minggu

Kabar baiknya, manfaat ini bisa didapat tanpa harus berolahraga berat setiap hari. Peneliti menyebutkan bahwa cukup dengan menambahkan sekitar 4–5 persen aktivitas intens dari total aktivitas mingguan.

Artinya, hanya dengan sekitar 15 hingga 20 menit aktivitas intens per minggu, manfaat kesehatan sudah bisa dirasakan.

Beberapa contoh aktivitas intens yang mudah dilakukan:

Jogging singkat

Naik tangga dengan cepat

Jalan cepat

Aktivitas yang membuat napas lebih berat dan detak jantung meningkat

Tetap Perlu Bijak Menyikapi Hasil Studi

Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Selain itu, data yang digunakan berasal dari pelacak kebugaran dalam waktu terbatas dan laporan mandiri peserta, yang memiliki keterbatasan akurasi.

Mulai dari Langkah Kecil

Temuan ini menjadi kabar baik bagi siapa saja yang merasa tidak punya banyak waktu untuk berolahraga. Aktivitas singkat namun intens bisa menjadi solusi praktis untuk menjaga kesehatan.

Editor : Rimba Febriani
Sumber : berbagai sumber
olahraga untuk jantung kesehatan jangka panjang tips hidup sehat