Jawa Pos Radar Madiun - Sebuah studi terbaru mengungkap fakta menarik bahwa kedekatan sosial dapat memengaruhi komposisi bakteri usus. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi sehari-hari dengan orang terdekat ternyata memiliki dampak pada kesehatan tubuh, khususnya sistem pencernaan.
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas East Anglia di Inggris ini awalnya mengamati koloni burung di sebuah pulau kecil. Meski dilakukan pada hewan, para peneliti menyebut prinsip yang sama sangat mungkin berlaku pada manusia.
Interaksi Dekat Picu Pertukaran Mikrobioma
Dalam studi yang dilaporkan oleh News Medical, ditemukan bahwa burung-burung yang sering menghabiskan waktu bersama memiliki bakteri usus yang lebih mirip dibandingkan dengan burung yang jarang berinteraksi.
Baca Juga: Tak Cuma Tambah Nafsu Makan, Ini 6 Khasiat Jamu Beras Kencur bagi Tubuh
Penelitian ini melibatkan pengamatan jangka panjang terhadap burung Seychelles di Pulau Cousin. Para peneliti menganalisis sampel feses untuk memahami mikrobioma usus masing-masing individu.
Hasilnya menunjukkan bahwa semakin sering individu berinteraksi dalam ruang yang sama, semakin mirip pula komposisi bakteri usus mereka.
Berlaku Juga pada Manusia
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru dalam penelitian manusia. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pasangan suami istri atau orang yang tinggal bersama dalam jangka panjang cenderung memiliki mikrobioma usus yang serupa, bahkan jika pola makan mereka berbeda.
Baca Juga: Cara Menyembuhkan Lutut Sakit di Usia Muda dengan Tepat
Menurut peneliti utama, Dr. Chuen Zhang Lee, pertukaran bakteri ini terjadi melalui interaksi langsung dan dekat, seperti berbagi ruang, kontak fisik, hingga penggunaan lingkungan yang sama.
Peran Bakteri Anaerobik
Bakteri yang banyak dibagikan dalam interaksi sosial ini adalah bakteri anaerobik, yaitu jenis bakteri yang tidak dapat bertahan hidup di udara terbuka.
Karena sifatnya tersebut, bakteri ini berpindah dari satu individu ke individu lain melalui kontak dekat, seperti berpelukan, berciuman, atau aktivitas bersama di rumah.
Baca Juga: Cotard’s Syndrome: Saat Seseorang Merasa Dirinya Sudah Tidak Ada
Bakteri anaerobik memiliki peran penting dalam:
Menjaga kesehatan pencernaan
Mendukung sistem kekebalan tubuh
Membantu keseimbangan mikrobioma usus
Dampak pada Kehidupan Sehari-hari
Dalam konteks manusia, aktivitas sederhana seperti duduk bersama, memasak, atau bahkan berbagi peralatan rumah tangga dapat memfasilitasi pertukaran mikrobioma.
Artinya, orang-orang yang tinggal serumah secara tidak langsung ikut membentuk “ekosistem” bakteri dalam tubuh satu sama lain.
Menariknya, pertukaran bakteri baik ini justru bisa memberikan manfaat, seperti meningkatkan kesehatan pencernaan dan memperkuat sistem imun secara kolektif dalam satu rumah tangga.
Kedekatan Sosial dan Kesehatan
Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa hubungan sosial tidak hanya berdampak secara emosional, tetapi juga secara biologis.
Kedekatan dengan orang lain ternyata dapat membawa efek positif bagi kesehatan, selama interaksi tersebut terjadi dalam lingkungan yang bersih dan sehat.
Editor : Rimba FebrianiSumber : berbagai sumber