Lelah tapi Tak Produktif! Ketahui Dampak Scrolling Medsos Berlebih pada Tubuh dan Cara Mengatasinya

Alfiah Sidiq • Dipublikasikan Sabtu, 18 April 2026 | 13:26 WIB
Ilustrasi main medsos.
Ilustrasi main medsos.

Jawa Pos Radar Madiun - Aktivitas scrolling media sosial hingga larut malam bukan sekadar masalah membuang waktu.

Kebiasaan ini membawa dampak nyata bagi kesehatan fisik, terutama pada kualitas tidur dan produktivitas harian.

Banyak Gen Z yang merasa lelah sepanjang hari, namun secara fungsional tetap tidak produktif.

Salah satu penyebab utamanya adalah paparan blue light dari layar gawai. Cahaya ini menghambat produksi hormon melatonin, yang bertugas mengatur siklus tidur manusia.

Akibatnya, otak tetap dalam kondisi "waspada" meskipun tubuh sudah lelah, sehingga memicu insomnia kronis.

Untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengembalikan fokus, para ahli menyarankan beberapa langkah konkret:

Baca Juga: Menjelajahi Dieng: Panduan Wisata Negeri di Atas Awan yang Memikat Hati

Batasi Durasi

Gunakan fitur screen time untuk membatasi akses aplikasi media sosial setiap harinya.

Zona Bebas Gawai

Hindari penggunaan ponsel minimal satu jam sebelum tidur agar produksi melatonin kembali normal.

Substitusi Aktivitas

Mulai isi waktu luang dengan aktivitas fisik atau hobi yang tidak melibatkan layar.

Kurasi Konten

Pilih untuk mengikuti akun-akun yang memberikan edukasi dan dampak positif ketimbang sekadar hiburan kosong.

Dunia digital adalah pedang bermata dua bagi Gen Z. Tanpa kontrol diri yang kuat, kebiasaan sederhana seperti scrolling bisa menurunkan kualitas hidup secara signifikan.

Kesadaran untuk mengambil jeda adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih seimbang. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
medsos kesehatan dampak buruk scroll media sosial