Jawa Pos Radar Madiun - Dominasi layar IPS (In-Plane Switching) pada perangkat seluler kini mulai tergeser secara masif oleh kehadiran OLED (Organic Light-Emitting Diode).
Pada tahun 2026, peralihan ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan didorong oleh kematangan biaya produksi dan tuntutan efisiensi daya yang lebih ketat.
Perbedaan fundamental terletak pada cara cahaya dihasilkan.
Layar IPS atau LCD masih bergantung pada lampu latar (backlight) yang selalu menyala di belakang panel.
Sebaliknya, setiap piksel pada layar OLED bersifat organik dan dapat menyala atau mati secara mandiri.
Salah satu alasan utama produsen meninggalkan IPS adalah konsumsi daya.
Karena piksel OLED dapat mati total saat menampilkan warna hitam, penggunaan Dark Mode pada HP layar OLED terbukti efektif menghemat baterai hingga 15-30%.
Hal ini menjadi nilai jual yang sangat kuat bagi konsumen dengan mobilitas tinggi yang sering mengeluhkan daya tahan baterai.
Meskipun OLED memiliki risiko burn-in (bayangan permanen), teknologi di tahun 2026 telah dilengkapi fitur mitigasi pixel shifting dan material organik baru.
Alhasil, masalah ini semakin jarang terjadi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani