Jawa Pos Radar Madiun - Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan kejutan besar bagi pasar ponsel kelas menengah.
Melalui bocoran terbaru dari leaker kenamaan, Digital Chat Station, raksasa teknologi asal Tiongkok ini sedang menguji coba perangkat dengan kapasitas baterai fantastis 10.000 mAh!
Meskipun belum dikonfirmasi secara resmi, banyak pihak memprediksi ponsel ini akan menjadi bagian dari lini Redmi.
Mengingat rekam jejak Redmi yang kerap menghadirkan spesifikasi "gahar" dengan harga bersaing, kehadiran baterai monster ini diprediksi akan menjadi standar baru di segmen menengah.
Kombinasi Stamina dan Kecepatan
Daya tarik utama perangkat ini bukan hanya pada kapasitas baterainya. Untuk mengisi daya sebesar 10.000 mAh tanpa memakan waktu lama, Xiaomi menyematkan teknologi pengisian cepat 100W.
Kombinasi ini menjanjikan ketahanan daya hingga beberapa hari dengan waktu pengisian yang tetap efisien.
Baca Juga: Hasil Thailand vs Laos di Piala AFF U-17 2026: Kalah 2-3, Gajah Perang Tersingkir
Spesifikasi Premium di Kelas Menengah
Bocoran tersebut juga mengungkap detail spesifikasi lain yang membuat ponsel ini tampak lebih menonjol dibandingkan pesaingnya:
-
Layar: Mengusung panel LTPS dengan resolusi 1,5K dan desain flat (datar). Layar ini juga didukung refresh rate tinggi untuk visual yang mulus.
-
Performa: Ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity kelas menengah yang bertenaga namun tetap hemat energi.
-
Kamera Utama: Tak tanggung-tanggung, sensor 200 MP dirumorkan akan menjadi senjata utama di sektor fotografi.
-
Material: Bingkai logam (metal frame) akan digunakan untuk memberikan kesan solid dan premium di tangan.
-
Keamanan: Sensor sidik jari optik akan tertanam langsung di bawah layar (In-display Fingerprint).
Persaingan Baterai Jumbo Semakin Sengit
Tren baterai berkapasitas sangat besar tampaknya akan menjadi medan tempur baru di tahun 2026.
Selain Xiaomi, merek besar lain seperti Honor, Vivo, iQOO, dan Huawei juga dikabarkan tengah mengembangkan perangkat dengan kapasitas baterai serupa.
Teknologi baterai silikon-karbon (silicon-carbon battery) yang sedang berkembang saat ini memungkinkan produsen menanamkan kapasitas besar tanpa membuat bodi ponsel menjadi terlalu tebal dan berat.
Jika rumor ini benar, masalah "nomophobia" (takut kehabisan baterai) mungkin akan segera menjadi kenangan bagi pengguna ponsel kelas menengah. (naz)
Editor : Mizan Ahsani