Jawa Pos Radar Madiun - Mandi dengan air hangat di pagi hari atau saat cuaca dingin memang sangat merelaksasi tubuh. Selain menghilangkan stres dan ketegangan otot, air hangat juga bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah.
Namun, merebus air secara manual tentu sangat merepotkan. Sebagai solusi praktis, Anda bisa menginstal water heater (pemanas air) di kamar mandi.
Saat ini, ada berbagai tipe water heater di pasaran, mulai dari model tangki, tanpa tangki (tankless), bertenaga gas, hingga bertenaga surya.
Baca Juga: Waspada Jaksa Palsu, Modus Minta Proyek di Magetan
Bagi Anda yang sedang mencari referensi, berikut adalah 10 rekomendasi water heater terbaik yang awet, aman, dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan rumah Anda:
1. Krisbow Water Heater Listrik
Pemanas air listrik berkapasitas tangki 15 liter ini diklaim sangat hemat energi karena hanya membutuhkan daya 350 watt. Mesinnya dirancang antikarat, antibakteri, dan dilengkapi safety sensor thermal cut off pada suhu 95°C serta pelindung arus pendek (ELCB) agar terhindar dari risiko tersetrum.
2. Midea Water Heater D10-02VA
Berbekal kapasitas 10 liter, produk ini mengklaim mampu menghasilkan air 20% lebih panas. Midea menyematkan teknologi antibakteri dari Jepang dan perlindungan multi-ganda (anti dry heating, perlindungan hidrolik, dan kabel earthing) untuk keamanan ekstra.
3. Gas Water Heater Niko Onsen (LED)
Bekerja tanpa tangki, alat ini memanaskan air menggunakan energi gas LPG secara instan (mengalir 6 liter/menit). Sangat praktis karena air langsung hangat begitu keran dibuka. Tersedia fitur Flame Failure Safety untuk mencegah kebocoran gas serta timer yang akan mati otomatis setelah 20 menit digunakan.
4. Advance GWH50 Gas Water Heater
Rekomendasi pemanas bertenaga gas yang sangat cocok dipasang di lantai atas atau di rumah dengan tekanan air rendah. Fitur keselamatannya cukup mumpuni, termasuk otomatis mematikan aliran gas saat api padam untuk mencegah kebocoran dan perlindungan overheating.
5. Rinnai REU5CFC Gas Water Heater
Pemanas gas andalan dengan kapasitas aliran 5 liter/menit. Fitur keselamatannya sangat ekstra, meliputi perlindungan gas bocor, antipembakaran tidak sempurna, serta penghenti air otomatis. Tampilannya pun modern dengan layar LCD display untuk memantau suhu.
Baca Juga: Klasemen Akhir Final Four Proliga 2026 Putaran 2 Putri: Jakarta Pertamina Enduro Juara
6. MODENA Electric Water Heater ES 10A3
Salah satu opsi low watt terbaik dari MODENA. Hanya memakan daya 250 watt untuk memanaskan air ke dalam tangki berkapasitas 10 liter. Pipa di dalamnya didesain antikarat untuk menjaga higienitas air, lengkap dengan pengatur temperatur dan katup tekanan pengaman listrik.
7. Ariston Gas Water Heater Fast R
Beroperasi menggunakan tabung LPG tanpa perlu mencolok ke listrik, sehingga aman saat listrik padam. Komponen utamanya terbuat dari tembaga antikarat. Ariston menjamin keamanan ekstra dengan sensor otomatis yang menutup aliran gas jika tidak ada api, serta mematikan mesin bila suhu air terlalu ekstrem.
8. TORA Gas Water Heater GWHGA
Pemanas gas instan dengan kapasitas 6 liter yang memiliki desain bodi kuat dan elegan. Alat ini sangat mudah digunakan karena dilengkapi panel tombol pengatur suhu, pengatur api, aliran air, hingga tombol ON/OFF.
9. Panasonic Water Heater 15HCMRW
Kapasitas tangkinya cukup besar (15 liter). Menariknya, Panasonic menggunakan teknologi styrofoam lengkung paten dari Jepang untuk membungkus tangki stainless steel. Teknologi ini efektif memperlambat perpindahan panas, sehingga air di dalam tangki awet hangatnya tanpa terus-menerus menyedot listrik.
10. Electrolux Water Heater Storage AquaPro
Pemanas air tangki listrik premium ini mengklaim 30% lebih cepat memanaskan air. Sangat fleksibel karena menyediakan tiga pilihan pengaturan daya (300W, 500W, dan 800W) yang bisa disesuaikan dengan kapasitas listrik rumah Anda.
Baca Juga: Tong Sampah Alun-Alun Ponorogo Raib, Saluran Air Tersumbat
Pastikan untuk memilih tipe water heater yang pas dengan kapasitas listrik rumah, bujet instalasi, dan kebutuhan volume air harian Anda. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura