Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Mitos Tanda Putih di Kuku, Benarkah Ada yang Merindukan? Ini Penjelasannya

Bagas Bimantara • Senin, 20 April 2026 | 11:35 WIB
Ilustrasi tanda putih di kuku. (ANTARA)
Ilustrasi tanda putih di kuku. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun – Munculnya bintik atau garis putih pada kuku sering kali memicu percakapan seru di tengah masyarakat. Mitos yang paling populer menyebutkan bahwa tanda tersebut merupakan pertanda ada seseorang yang sedang merindukan atau menyukai Anda.

Meski terdengar romantis, dunia medis memiliki penjelasan yang jauh lebih logis dan ilmiah mengenai fenomena ini.

Mitos vs Realitas

Kepercayaan tradisional sering kali membedakan arti tanda putih berdasarkan letaknya:

Baca Juga: Bukan Sekadar Kenyang, Inilah 3 Nutrisi Krusial yang Menentukan Kecerdasan Bayi Sejak dalam Kandungan

Kuku Tangan Kanan: Katanya ada yang rindu atau naksir.

Kuku Tangan Kiri: Katanya ada yang benci atau sedang membicarakan keburukan Anda.

Kekurangan Kalsium: Banyak yang mengira ini tanda tubuh kurang minum susu, padahal kekurangan kalsium jarang sekali bermanifestasi sebagai bintik putih di kuku.

Secara medis, kondisi bintik putih ini disebut sebagai Leukonikia. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, leuko (putih) dan onyx (kuku).

Baca Juga: 5 Rekomendasi Catokan Rambut di Bawah 200 Ribu Terbaik 2026, Rambut Badai Tanpa Bikin Kantong Jebo

Fakta Medis: Mengapa Tanda Putih Muncul?

Bintik putih biasanya bukan disebabkan oleh perasaan seseorang, melainkan respons fisik kuku terhadap kondisi tertentu:

Trauma atau Benturan Ringan: Ini adalah penyebab paling umum. Benturan pada pangkal kuku (matriks kuku) saat kuku sedang tumbuh bisa meninggalkan bekas putih. Karena kuku tumbuh lambat, Anda mungkin baru melihat bintik tersebut beberapa minggu setelah benturan terjadi, sehingga Anda lupa pernah terbentur.

Reaksi Alergi: Penggunaan cat kuku (kuteks), penghapus cat kuku, atau bahan kimia dalam sabun tertentu bisa memicu reaksi alergi pada kuku.

Kebiasaan Menggigit Kuku: Tekanan berulang dari gigi dapat merusak struktur kuku yang sedang tumbuh.

Baca Juga: Hidung Tersumbat Pijat Bagian Mana? Ini Titik yang Bisa Membantu Lega

Infeksi Jamur: Jamur kuku terkadang muncul sebagai titik-titik putih kecil sebelum akhirnya menyebar dan membuat kuku menebal.

Defisiensi Mineral: Meskipun jarang, kekurangan zat besi atau zinc (seng) dapat memengaruhi tampilan kuku.

Kapan Anda Harus Waspada?

Meskipun sebagian besar bintik putih bersifat tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya seiring kuku memanjang, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis:

Leukonikia Total: Seluruh kuku berubah menjadi putih secara merata, yang bisa menjadi indikasi masalah kesehatan internal (seperti gangguan ginjal atau hati).

Perubahan Tekstur: Kuku menjadi sangat rapuh, menebal, atau permukaannya tidak rata.

Perubahan Warna Lain: Muncul garis gelap atau kuku berubah menjadi kekuningan yang disertai rasa nyeri.

Tanda putih di kuku tidak ada hubungannya dengan perasaan seseorang kepada Anda. Sebagian besar kasus leukonikia hanyalah pengingat bahwa kuku Anda pernah mengalami cedera ringan. Anda hanya perlu bersabar menunggu kuku tersebut tumbuh hingga bintiknya mencapai ujung dan bisa dipotong. 

Editor : Nur Wachid
#tanda putih di kuku #mitos bintik putih kuku #leukonikia kuku #penyebab bintik putih kuku #fakta medis kuku