Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Penanganan Stroke Kini Fokus pada Kualitas Hidup Penyintas

Rimba Febriani • Senin, 20 April 2026 | 13:12 WIB
Ilustrasi penanganan stroke. (MAYAPADA HOSPITAL)
Ilustrasi penanganan stroke. (MAYAPADA HOSPITAL)

Jawa Pos Radar Madiun - Penanganan stroke kini mengalami perubahan paradigma. Jika sebelumnya fokus utama adalah menyelamatkan nyawa pasien, kini perhatian juga diarahkan pada bagaimana penyintas stroke dapat kembali menjalani hidup yang bermakna dan mandiri.

Guru Besar Tetap Keperawatan Neurologi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI), Prof. I Made Kariasa, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stroke tidak cukup hanya diukur dari aspek medis semata.

Stroke Bukan Sekadar Masalah Medis

Menurut Prof. Made, stroke bukan hanya peristiwa biologis yang selesai setelah pasien selamat. Lebih dari itu, stroke merupakan pengalaman hidup yang berdampak besar pada fungsi, martabat, dan kualitas hidup seseorang.

Banyak penyintas stroke yang harus menghadapi keterbatasan fisik maupun kognitif dalam jangka panjang. Karena itu, pendekatan penanganan harus mencakup aspek pemulihan secara menyeluruh, bukan hanya pengobatan akut.

Jumlah Penyintas Meningkat, Tantangan Baru Muncul

Secara global, kasus stroke diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada tahun 2030. Meski angka kematian menurun berkat kemajuan teknologi medis, jumlah penyintas dengan kondisi disabilitas justru semakin banyak.

Hal ini memunculkan tantangan baru: bagaimana memastikan para penyintas tetap memiliki kualitas hidup yang baik dan mampu berfungsi secara optimal di masyarakat.

Di Indonesia sendiri, stroke menjadi salah satu beban terbesar dalam sistem kesehatan dengan prevalensi mencapai 8,3 persen.

Pendekatan Holistik dalam Penanganan Stroke

Prof. Made menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh dalam penanganan stroke. Penanganan tidak bisa lagi dilakukan secara terpisah, tetapi harus mencakup seluruh tahapan, mulai dari:

Pencegahan

Penanganan medis akut

Rehabilitasi jangka panjang

Pendampingan psikososial

Pendekatan ini memungkinkan pasien mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Peran Gaya Hidup dan Faktor Sosial

Stroke tidak hanya dipengaruhi oleh faktor medis, tetapi juga gaya hidup dan kondisi sosial. Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

Hipertensi

Diabetes

Kurang aktivitas fisik

Kebiasaan merokok

Stres

Mengelola faktor-faktor tersebut menjadi langkah penting dalam pencegahan maupun pemulihan stroke.

Pentingnya Pemulihan Makna Hidup

Pendekatan baru dalam penanganan stroke menekankan konsep life-meaning atau pemulihan makna hidup. Artinya, pasien tidak hanya dipulihkan secara fisik, tetapi juga didukung untuk kembali merasa berdaya dan bermartabat.

Peran keperawatan neurologi menjadi sangat penting dalam proses ini, terutama dalam memberikan pendampingan berkelanjutan kepada pasien dan keluarga.

Harapan untuk Penyintas Stroke

Dengan pendekatan yang lebih holistik, diharapkan penyintas stroke tidak hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga dapat kembali menjalani kehidupan yang berkualitas.

Pemulihan yang menyeluruh membuka peluang bagi pasien untuk kembali mandiri, produktif, dan berperan aktif di tengah masyarakat.

Editor : Rimba Febriani
#penanganan stroke terbaru #pemulihan stroke #pencegahan stroke