Jawa Pos Radar Madiun - Kesehatan tulang perlu dijaga sejak usia muda sebagai investasi jangka panjang guna mencegah risiko osteoporosis. Data Persatuan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) mencatat lebih dari 41,7 persen masyarakat Indonesia mengalami osteopenia atau kepadatan tulang rendah, yang merupakan tahap awal sebelum osteoporosis.
Medical & Pharmacovigilance Manager PT Kalbe Farma Tbk, Lyon Clement, mengatakan banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan tulang setelah muncul keluhan. Padahal, pembentukan tulang dimulai sejak usia dini dan mencapai puncaknya saat usia produktif.
Ia menjelaskan bahwa kepadatan tulang dipengaruhi oleh asupan nutrisi dan aktivitas fisik. Kekurangan kalsium dan vitamin D dapat meningkatkan risiko gangguan tulang. Kebutuhan kalsium harian orang dewasa berkisar antara 800–1.000 mg, yang sebaiknya dipenuhi secara optimal.
Baca Juga: Tips Memilih Kondisioner untuk Rambut Kering agar Halus dan Berkilau
Selain itu, gaya hidup kurang aktif dapat mempercepat penurunan massa tulang. Karena itu, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta menjaga pola hidup sehat sangat dianjurkan.
Pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala juga penting untuk mendeteksi risiko sejak dini. Jika diperlukan, suplementasi kalsium dan vitamin D dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi agar kesehatan tulang tetap terjaga.
Editor : Rimba Febriani