Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BBM Mahal, Ahli Ingatkan Bahaya Turun Oktan: Performa Rawan Drop dan Mesin Terancam Rusak Jangka Panjang

Dony Christiandi • Senin, 20 April 2026 | 19:51 WIB
Ilustrasi cek mesin mobil (JAWAPOS.COM)
Ilustrasi cek mesin mobil (JAWAPOS.COM)

Jawa Pos Radar Madiun - Memahami spesifikasi teknis kendaraan menjadi sangat krusial di tengah tren kenaikan harga bahan bakar agar pemilik tidak salah memilih jenis BBM.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa penghematan dengan menurunkan kualitas bahan bakar bukan solusi yang ideal.

Pemilihan jenis BBM yang tepat harus didasarkan pada perhitungan rasio kompresi mesin yang telah ditentukan oleh pabrikan masing-masing kendaraan.

"Pertamax Turbo dengan RON 98 dirancang khusus untuk mesin berkompresi tinggi, yakni sekitar 12,1:1 hingga 14,0:1, termasuk mesin turbo," jelas Yannes.

Ketidaksesuaian antara kebutuhan mesin dan jenis BBM dapat berdampak langsung pada efisiensi konsumsi bahan bakar harian Anda.

Penggunaan oktan yang lebih rendah dari spesifikasi asli dapat memicu penurunan tenaga mesin yang cukup drastis dan membuat akselerasi terasa lebih berat. Yannes memaparkan bahwa efek negatif akan langsung terasa pada kinerja dapur pacu kendaraan modern.

Baca Juga: Buntut Kericuhan Dewa United vs Bhayangkara FC, Nasib Pemain Timnas U-20 di Ujung Tanduk

“Jika mesin mobil yang memiliki rasio kompresi tinggi tersebut diberikan Pertamax RON 92 yang cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1, maka bisa menyebabkan penurunan performa 5-10 persen, konsumsi BBM naik 3-7 persen, serta risiko knocking ringan dan saat akselerasi terasa berat,” imbuhnya.

Meskipun mobil modern memiliki teknologi knock sensor untuk menyesuaikan pengapian, fitur ini bukan alasan untuk mengabaikan spesifikasi bensin.

Yannes menegaskan bahwa penggunaan bahan bakar di bawah standar tetap merugikan. ''Itu bukan pilihan optimal jangka panjang,” katanya.

Risiko keausan komponen internal tetap mengintai, terutama bagi kendaraan yang sudah dilengkapi dengan perangkat turbocharger maupun supercharger.

Kerusakan mekanis akan lebih cepat terjadi jika mesin dipaksa bekerja ekstra akibat pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar berkualitas rendah.

Jika kendaraan mulai menunjukkan gejala suara menggelitik atau getaran berlebih, pemilik disarankan untuk segera kembali ke oktan yang disarankan.

“Jika ini terjadi maka sebaiknya segera isi tangki dengan BBM oktan tinggi sesuai anjuran buku manualnya,” saran Yannes menutup penjelasannya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#jenis bbm #pertamax turbo #dampak buruk #Harga BBM Naik #itb