Jawa Pos Radar Madiun - Kenaikan harga gawai belakangan ini bukan sekadar kebetulan.
Di balik layar, industri teknologi global sedang menghadapi tekanan besar akibat kelangkaan komponen memori.
Dalam situasi ini, Motorola akhirnya angkat bicara, memberikan gambaran nyata tentang apa yang sebenarnya terjadi di pasar.
Motorola Buka Suara Soal Krisis Memori
Motorola Indonesia mengonfirmasi bahwa keterbatasan stok memori merupakan masalah nyata yang sedang dihadapi hampir semua merek teknologi.
Tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) menjadi pemicu utama kondisi ini.
Country Head Motorola Indonesia, Bagus Prasetyo, menegaskan bahwa fenomena ini bukan isu biasa, melainkan tantangan industri secara menyeluruh.
"Motorola melihat permasalahan yang ada ini merupakan satu permasalahan yang real yang ada di pasaran dan dihadapi oleh setiap brand yang ada di Indonesia," bebernya.
Dampak ke Motorola: Tidak Terlalu Terpukul
Meski krisis memori meluas secara global, Motorola Indonesia mengaku belum merasakan dampak signifikan terhadap pasokan komponennya.
Hal ini tidak lepas dari dukungan perusahaan induknya, Lenovo, yang memiliki infrastruktur teknologi besar.
"Sebagaimana kita tahu bahwa Lenovo adalah perusahaan yang berbasis IT, penyedia server, penyedia laptop, manufaktur untuk database yang luar biasa besar. Kami sejauh ini masih belum merasakan atau terdampak langsung akibat pasokan (memori) yang kurang," ujarnya.
Dukungan ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Motorola dibandingkan beberapa kompetitor yang lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok.
Harga Gawai Tetap Berpotensi Naik
Walaupun pasokan relatif aman, Motorola tetap mengakui bahwa penyesuaian harga tidak bisa dihindari.
Hal ini karena industri teknologi saat ini memprioritaskan distribusi komponen untuk kebutuhan AI.
"Saat ini prioritas untuk pemenuhan rantai pasok itu ada pada industri AI dan pastinya industri-industri pendukung yang lain akan mengikuti apa yang ada di pasar saat ini," terangnya.
Dengan kata lain, meskipun tidak terdampak langsung, efek domino dari krisis tetap memengaruhi strategi harga di pasar.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Smart Door Lock Terbaik 2026: Upgrade Keamanan Rumah Jadi Lebih Praktis!
Mengapa Krisis Memori Terjadi?
Lonjakan pembangunan infrastruktur AI sejak pertengahan 2025 menjadi penyebab utama.
Teknologi AI membutuhkan kapasitas memori yang jauh lebih besar dibanding perangkat konsumen seperti smartphone, laptop, dan PC.
Akibatnya, pasokan memori untuk perangkat sehari-hari menjadi terbatas dan harga meningkat tajam.
Dampak ke Konsumen
Menurut laporan pasar terbaru, kondisi ini berpotensi memicu beberapa perubahan penting:
1. Harga Perangkat Naik
Biaya komponen memori kini mengambil porsi lebih besar dalam total biaya produksi (BOM).
2. Spesifikasi Bisa Diturunkan
Untuk menjaga harga tetap kompetitif, produsen mungkin mengurangi spesifikasi, terutama pada:
- HP kelas menengah
- HP entry-level
3. Penurunan Pengiriman Global
Pasar smartphone dan laptop diprediksi mengalami tekanan, termasuk penurunan distribusi unit secara global.
Krisis ini diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Bahkan, beberapa analis memperkirakan kondisi ini bisa berlanjut hingga 2027.
Artinya, konsumen perlu bersiap menghadapi tren harga yang lebih tinggi dan pilihan spesifikasi yang lebih terbatas.
Krisis memori global menjadi faktor besar yang mengubah lanskap industri teknologi saat ini.
Meskipun Motorola relatif aman dari sisi pasokan, dampak terhadap harga tetap tidak terelakkan. Bagi konsumen, memahami situasi ini penting agar bisa mengambil keputusan yang lebih bijak saat membeli perangkat baru. (naz)
Editor : Mizan Ahsani