Jawa Pos Radar Madiun - Keterbatasan pasokan memori membuat biaya produksi melonjak.
Bahkan, komponen memori kini menjadi salah satu penyumbang biaya terbesar dalam sebuah perangkat.
Sebagai contoh:
- RAM LPDDR5X 16GB
- Penyimpanan UFS 4.1 1TB
Kedua komponen tersebut dilaporkan memiliki harga lebih tinggi dibanding chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm.
Dampak ke Produk Populer
Sejumlah perusahaan mulai melakukan penyesuaian harga akibat tekanan biaya:
Sony menaikkan harga PlayStation 5 dan PlayStation 5 Pro
Perangkat ROG Xbox Ally X mengalami kenaikan harga di Jepang
Apple menghadapi kenaikan biaya komponen memori
Tekanan ini juga dirasakan oleh produsen lain. Brand seperti Vivo dan iQOO mulai mempertimbangkan penyesuaian harga demi menjaga margin bisnis.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt Terbaik 2026: Masak Sehat, Bebas Minyak, dan Irit Listrik!
Harapan dari Ekspansi Industri
Beberapa perusahaan besar berupaya meningkatkan kapasitas produksi untuk mengatasi krisis.
Mereka antara lain Samsung, SK Hynix, serta Micron.
Samsung dilaporkan tengah membangun fasilitas baru di Pyeongtaek yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.
Namun, fasilitas ini juga akan memproduksi chip logika sehingga kontribusinya terhadap suplai memori masih terbatas.
Menurut Counterpoint Research, untuk mengakhiri krisis DRAM dibutuhkan peningkatan produksi sekitar 12 persen per tahun. Sementara itu, rencana ekspansi saat ini baru mencapai sekitar 7,5 persen per tahun.
Krisis memori global kini mulai berdampak langsung pada harga perangkat elektronik.
Meskipun berbagai upaya ekspansi dilakukan, kesenjangan antara permintaan dan pasokan masih menjadi tantangan besar yang belum terselesaikan dalam waktu dekat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani