Jawa Pos Radar Madiun – Ikan hiu sering kali memicu rasa penasaran, tidak hanya karena reputasinya sebagai predator laut, tetapi juga karena kehadirannya dalam berbagai sajian kuliner di beberapa daerah Indonesia.
Meskipun daging hiu bisa dimakan dan merupakan sumber protein yang nyata, para ahli kesehatan di tahun 2026 terus menyuarakan peringatan penting. Mengonsumsi ikan hiu memerlukan kebijaksanaan tinggi karena adanya potensi bahaya kesehatan yang tersembunyi di balik dagingnya.
Nutrisi vs. Risiko Logam Berat
Daging hiu sebenarnya memiliki profil nutrisi yang menarik. Ia kaya akan protein tinggi, asam lemak omega-3, zat besi, serta selenium. Teksturnya cenderung lembut dengan sentuhan rasa manis yang khas. Namun, ada satu alasan utama mengapa hiu tidak disarankan menjadi menu harian: Bioakumulasi Logam Berat.
Baca Juga: Bolehkah Ikan Koi Dimakan? Simak Fakta, Risiko Kesehatan, dan Pertimbangannya
Sebagai predator puncak (apex predator), ikan hiu berada di bagian teratas rantai makanan. Artinya, hiu memakan ikan-ikan kecil yang sudah mengandung sedikit logam berat. Seiring bertambahnya usia dan ukuran hiu, kandungan zat berbahaya seperti merkuri, timbal, dan arsenik menumpuk (terakumulasi) dalam jaringan ototnya.
Dampak Konsumsi bagi Kesehatan
Paparan merkuri yang tinggi dari daging hiu dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius, antara lain:
Gangguan Saraf: Kerusakan permanen pada sistem saraf pusat.
Masalah Kognitif: Penurunan daya ingat dan kemampuan belajar.
Gangguan Pencernaan: Keracunan logam berat yang menyebabkan mual dan nyeri kronis.
Kelompok yang Harus Menghindari Ikan Hiu
Para ahli sangat melarang konsumsi ikan hiu bagi kelompok rentan, yaitu:
Ibu Hamil & Menyusui: Merkuri dapat menembus plasenta dan memengaruhi perkembangan otak janin.
Anak-anak: Sistem saraf anak yang masih berkembang sangat sensitif terhadap racun logam berat.
Aturan Hukum dan Perlindungan Spesies
Selain faktor kesehatan, mengonsumsi hiu juga berkaitan erat dengan masalah hukum dan ekosistem. Indonesia memiliki aturan ketat mengenai perlindungan spesies tertentu. Penangkapan dan konsumsi beberapa jenis hiu berikut ini adalah ilegal:
Hiu Paus
Hiu Martil
Hiu Monyet
Hiu Kobo
Tips Jika Ingin Mengonsumsi (Secara Terbatas)
Jika Anda tetap ingin mencoba atau mengonsumsi ikan hiu, perhatikan panduan keselamatan berikut:
Pilih Hiu Muda/Kecil: Hiu yang berukuran kecil umumnya memiliki akumulasi merkuri yang lebih rendah dibanding hiu dewasa yang sudah hidup puluhan tahun.
Batasi Frekuensi: Jangan konsumsi setiap hari. Batasi hanya sebagai hidangan sesekali (tidak rutin).
Pengolahan yang Tepat: Daging hiu sering kali memiliki aroma amonia yang kuat. Gunakan bumbu rempah yang kuat dan proses pemanggangan yang tepat untuk meminimalisir aroma tersebut.
Ikan hiu memang bisa dimakan, namun ia bukanlah sumber pangan yang aman untuk jangka panjang. Potensi kandungan merkuri yang tinggi jauh lebih besar risikonya dibandingkan manfaat protein yang didapat. Demi kesehatan saraf dan masa depan lingkungan, beralih ke ikan laut yang lebih kecil atau ikan budidaya adalah pilihan yang jauh lebih cerdas dan menyehatkan.
Editor : Nur Wachid