Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Aman atau Tidak Makan Daging Kuda? Ini Penjelasan Medis dan Hukum Islam

Bagas Bimantara • Selasa, 21 April 2026 | 12:14 WIB
Daging kuda.
Daging kuda.

Jawa Pos Radar Madiun – Daging kuda mungkin bukan pilihan utama di meja makan masyarakat Indonesia jika dibandingkan dengan sapi atau kambing. Namun, di beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan atau Yogyakarta, daging kuda telah lama menjadi kuliner tradisi yang dipercaya memiliki khasiat tertentu. Di tahun 2026 ini, tren gaya hidup sehat mulai melirik daging kuda sebagai alternatif protein merah yang lebih "ramah" bagi tubuh.

Namun, sebelum Anda mencobanya, penting untuk memahami bagaimana tinjauan medis terhadap daging ini serta bagaimana kedudukannya dalam hukum Islam.

Tinjauan Medis: Kandungan Gizi dan Manfaat

Secara medis, daging kuda memiliki profil nutrisi yang sangat mengesankan, bahkan unggul dalam beberapa aspek dibandingkan daging merah lainnya.

Baca Juga: Bisa Edit Foto dan Rencanakan Liburan, Ini Kemampuan Tersembunyi Gemini di Chrome

Rendah Lemak dan Kalori: Daging kuda memiliki serat otot yang padat namun kadar lemak jenuh yang jauh lebih rendah daripada daging sapi. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau menjalani diet rendah kolesterol.

Kaya Zat Besi: Kandungan zat besi (iron) dalam daging kuda cukup tinggi. Nutrisi ini sangat vital untuk pembentukan hemoglobin dan mencegah anemia (kurang darah).

Sumber Omega-3: Berbeda dengan kebanyakan daging hewan darat, daging kuda mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meskipun bergizi, ada beberapa faktor risiko yang wajib diperhatikan:

Residu Obat Hewan: Hal yang paling dikhawatirkan oleh ahli medis adalah zat Phenylbutazone (Bute). Zat ini sering digunakan sebagai pereda nyeri pada kuda balap atau kuda pekerja. Jika dikonsumsi manusia, zat ini berisiko memicu gangguan darah yang serius.

Kandungan Purin: Seperti daging merah lainnya, daging kuda mengandung purin. Konsumsi berlebihan dapat memicu kenaikan asam urat.

Bakteri dan Parasit: Daging kuda harus dimasak hingga matang sempurna (suhu internal minimal 71°C) untuk membunuh bakteri seperti Salmonella atau parasit Trichinella.

Bagaimana Hukum Islam Mengenai Daging Kuda?

Dalam perspektif hukum Islam, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, namun mayoritas memiliki pandangan yang membolehkan:

Baca Juga: Apakah Aman Makan Ikan Hiu? Kenali Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Mayoritas Ulama (Mazhab Syafi'i, Hambali, dan Maliki): Menyatakan bahwa daging kuda adalah Halal. Pendapat ini bersumber dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa pada saat perang Khaibar, Rasulullah SAW melarang konsumsi daging keledai jinak namun memberikan rukhshah (keringanan/izin) untuk mengonsumsi daging kuda.

Mazhab Hanafi: Sebagian pengikut mazhab ini menganggapnya Makruh (sebaiknya dihindari) dengan alasan kehormatan hewan tersebut sebagai pendukung dalam jihad (peperangan), namun tidak sampai pada taraf haram.

Secara umum, di Indonesia, daging kuda dikategorikan sebagai bahan pangan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi selama proses penyembelihannya mengikuti syariat Islam.

Tips Aman Mengonsumsi Daging Kuda

Pilih Sumber Resmi: Pastikan daging berasal dari rumah potong hewan (RPH) yang terawasi, bukan dari kuda liar atau kuda balap yang baru saja dipensiunkan (untuk menghindari residu obat).

Warna Daging: Daging kuda yang sehat biasanya berwarna merah gelap dengan serat yang lebih kasar dibanding sapi, namun tidak berbau anyir yang tajam.

Cara Memasak: Karena teksturnya yang liat, daging kuda sangat cocok diolah dengan teknik memasak lama seperti rendang, semur, atau sate dengan bumbu yang kuat.

Daging kuda adalah sumber protein yang aman, halal, dan sangat bergizi jika didapatkan dari sumber yang tepat. Dengan kandungan lemak yang rendah dan zat besi yang tinggi, daging ini bisa menjadi alternatif sehat untuk variasi menu mingguan Anda. Namun, pastikan selalu memasaknya hingga matang sempurna demi keamanan kesehatan keluarga. 

Editor : Nur Wachid
#daging kuda #apakah daging kuda halal #manfaat daging kuda #zat besi #Protein tinggi