Jawa Pos Radar Madiun - Dalam perlombaan menuju kesuksesan, banyak orang tua terjebak pada ambisi agar anak menghafal fakta sebanyak mungkin di usia dini.
Namun, para psikolog justru menemukan fakta menarik: anak-anak yang paling "sukses" di masa depan adalah mereka yang memiliki fungsi eksekutif dan regulasi diri yang kuat.
Ini adalah sistem internal otak untuk mengelola informasi, membuat keputusan, dan mengendalikan impuls.
Kabar baiknya, kemampuan ini bukanlah bakat bawaan lahir, melainkan keterampilan yang bisa dilatih dan diperkuat seiring berjalannya waktu.
Kekuatan di Balik Sebuah "Jeda"
Keterampilan pertama yang krusial adalah belajar untuk berhenti sejenak sebelum bereaksi. Ketika seorang anak mampu menahan diri sebelum menjawab atau bereaksi keras, ia sedang membangun fondasi pengendalian diri.
Penelitian dari Harvard menempatkan kontrol diri sebagai inti dari fungsi eksekutif otak.
Di momen jeda tersebut, otak anak belajar memilih respons yang tepat alih-alih hanya mengikuti dorongan impulsif sesaat.
Baca Juga: Rahasia Diet tanpa Siksaan: Ini Tiga Aturan Sederhana yang Sering Dilupakan saat Ingin Langsing
Memberi Nama pada Perasaan
Seringkali, anak-anak meledak dalam kemarahan karena mereka tidak memiliki kosakata untuk menjelaskan apa yang mereka rasakan.
Membantu anak mengenali dan menamai emosi—seperti senang, sedih, atau marah—sangat direkomendasikan oleh para ahli kesehatan.
"Anak yang bisa menamai perasaannya akan lebih kecil kemungkinannya 'dikuasai' oleh perasaan tersebut," jelas panduan dari NHS mengenai perkembangan emosi anak.
Dengan memiliki kosakata emosi yang lengkap, anak tidak akan merasa asing dengan gejolak dalam dirinya.
Mereka belajar bahwa perasaan adalah informasi, bukan sesuatu yang menakutkan, sehingga mereka bisa lebih tenang dalam menghadapi situasi yang memicu stres. (naz)
Editor : Mizan Ahsani