Jawa Pos Radar Madiun - Ketangguhan atau resilience adalah kemampuan untuk bangkit dan bertahan ketika segala sesuatunya menjadi sulit.
Banyak anak yang langsung "runtuh" atau merasa putus asa saat pertama kali menghadapi kegagalan.
Untuk mencegah hal ini, orang tua perlu membekali anak dengan keterampilan psikologis yang memungkinkan mereka melihat tantangan sebagai sebuah proses perkembangan, bukan akhir dari segalanya.
Keajaiban Kata "Belum"
Salah satu cara paling sederhana namun berdampak besar adalah dengan mengubah cara anak berbicara pada dirinya sendiri.
Kalimat "Saya tidak bisa melakukan ini" adalah pernyataan keputusasaan.
Namun, dengan menambahkan satu kata kunci, "Saya belum bisa melakukan ini," anak sedang membangun growth mindset atau pola pikir berkembang.
American Psychological Association (APA) mencatat bahwa pola pikir ini membantu menjaga motivasi siswa saat menghadapi tantangan akademik.
Ini bukan soal optimisme palsu, melainkan belajar memahami bahwa kemampuan bisa tumbuh melalui latihan dan usaha yang konsisten.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pintar, Inilah Alasan Kontrol Diri Jadi Kunci Sukses Anak di Masa Depan
Kesalahan Adalah Guru, Bukan Vonis
Penting bagi orang dewasa untuk membingkai kesalahan sebagai petunjuk atau informasi tambahan untuk perbaikan di masa depan.
Anak yang belajar bahwa salah bukan berarti buruk akan tetap memiliki keberanian untuk mencoba lebih lama.
Selain itu, anak perlu memahami bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan.
"Akan sangat membantu jika anak memahami bahwa mereka bisa berbicara dengan orang lain selain orang tua... dukungan bisa datang dari lebih dari satu tempat."
Dengan normalisasi meminta bantuan, anak tidak akan membuang energi untuk berpura-pura baik-baik saja.
Mereka akan belajar bahwa masalah menjadi lebih ringan ketika dibagi, dan dukungan dari guru, kakek-nenek, atau konselor adalah kekuatan tambahan bagi mereka.
Membekali anak dengan mentalitas ini sejak dini adalah investasi terbaik untuk kesehatan mental mereka di masa dewasa kelak. (naz)
Editor : Mizan Ahsani