Jawa Pos Radar Madiun - Banyak orang beranggapan bahwa prosedur estetika seperti botox hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah menginjak usia 40 tahun, namun pandangan ini mulai bergeser.
Melakukan perawatan sejak usia 20-an dianggap sangat krusial untuk menjaga kekuatan otot yang menyangga kulit agar tidak kendur seiring bertambahnya usia, terutama bagi mereka yang sering bertemu banyak orang.
Strategi utama dalam mencegah penuaan yang parah adalah dengan menstimulasi jaringan pembungkus otot melalui metode kolagen stimulator.
Selain itu, teknik deep lifting juga disarankan untuk mengencangkan ligamen otot, sehingga kulit tetap kencang dan struktur wajah tetap terjaga dalam jangka waktu yang lebih lama.
Menurut ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin, tujuan dari konsultasi dini dengan dokter ahli bukanlah untuk mengubah wajah secara drastis, melainkan untuk mempertahankan tampilan yang tetap natural dan segar.
Baca Juga: Waspada! Garis Penuaan Dini Mulai Muncul di Usia 20-an, Inilah Pemicu Utamanya
“Kamu tahu kamu bisa melakukan sesuatu, bukan berarti umur 20an merasa masih muda nantilah botox umur 40, tidak bisa begitu, tapi kalau kamu peduli dengan wajahmu apalagi suka bertemu orang banyak maka perlu konsultasi dengan dokter untuk tampilan natural, bukan yang overly done,” tegas dr. Dewita.
Perawatan yang dilakukan tepat waktu akan membantu mengurangi munculnya kerutan permanen yang sulit diatasi di masa depan.
Dengan menguatkan otot-otot penyangga sejak dini, proses penurunan kulit akibat gravitasi dan faktor usia dapat diperlambat secara efektif, sehingga estetika wajah tetap terjaga dengan harmonis.
Konsultasi yang tepat akan mengarahkan pasien pada tindakan yang benar-benar dibutuhkan sesuai kondisi kulit masing-masing, bukan sekadar mengikuti tren.
Edukasi mengenai pentingnya stimulasi kolagen sejak muda menjadi kunci agar hasil akhir perawatan terlihat estetis tanpa kesan yang berlebihan atau tidak alami. (naz)
Editor : Mizan Ahsani