Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

AC Mobil Tak Dingin Sebabkan BBM Boros? Kenali Gejalanya sebelum Beban Mesin Semakin Berat

Yunita Tri Desianti • Rabu, 22 April 2026 | 20:33 WIB
AC mobil kurang dingin bisa diakibatkan sejumlah faktor. Simak penjelasannya, jangan buru-buru ganti sparepart.
AC mobil kurang dingin bisa diakibatkan sejumlah faktor. Simak penjelasannya, jangan buru-buru ganti sparepart.

Jawa Pos Radar Madiun - Sistem pendingin kabin atau AC sering kali dianggap sebagai komponen pelengkap kenyamanan, padahal kinerjanya memiliki pengaruh signifikan terhadap konsumsi bahan bakar kendaraan.

Jika fitur ini dalam kondisi tidak sehat namun terus dipaksakan menyala, beban kerja mesin akan meningkat secara drastis untuk mengompensasi kekurangan suhu dingin.

Co-Founder Dokter Mobil, Ko Lung-Lung, menegaskan bahwa pemilik kendaraan harus segera melakukan pemeriksaan jika merasa suhu di dalam kabin mulai tidak optimal.

“Kalau tidak dingin dan pemilik terus memaksakan dihidupkan AC itu bisa jadi boros dan itu harus dibawa ke bengkel untuk diperiksakan,” ujarnya guna mencegah lonjakan konsumsi bahan bakar yang sia-sia.

Hubungan antara kompresor AC dan mesin sangat erat karena komponen tersebut digerakkan langsung oleh putaran mesin melalui v-belt.

Semakin berat beban yang ditanggung oleh kompresor akibat sistem yang tidak efisien, maka semakin besar pula asupan konsumsi bahan bakar yang diperlukan untuk menjaga mesin tetap beroperasi stabil.

Prinsip kerja AC melibatkan sirkulasi freon yang didorong oleh kompresor melewati kondensor, filter dryer, katup ekspansi, hingga evaporator.

Baca Juga: Pajak Mobil Listrik Tak Lagi Gratis, Wamenperin Blak-blakan Akui Industri Masih Butuh Insentif

“Kompresor AC digerakkan oleh mesin kendaraan, sehingga membutuhkan tenaga tambahan. Semakin berat kerja kompresor, maka semakin besar pula beban mesin, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi BBM,” jelas Ko Lung-Lung.

Salah satu kunci utama menjaga efisiensi adalah dengan rutin mengganti oli kompresor setiap 20.000 kilometer untuk meminimalisir gesekan antar komponen internal.

Tanpa pelumasan yang memadai, kompresor akan bekerja jauh lebih berat dan menjadi tidak efisien, yang pada akhirnya merambat pada penurunan performa kendaraan secara keseluruhan.

Faktor suhu radiator juga berperan penting karena posisi kondensor yang sangat berdekatan membuat kedua sistem pendingin ini saling memengaruhi suhu satu sama lain.

Jika kipas radiator tidak bekerja optimal, kondensor akan ikut memanas dan memaksa sistem AC bekerja ekstra keras untuk mencapai suhu dingin yang diinginkan oleh pengguna.

Komponen pendukung seperti magnetic clutch juga harus dipastikan dalam kondisi prima karena berfungsi mengatur aktif-tidaknya kompresor berdasarkan perintah komputer.

Jika perawatan dilakukan dengan tepat dan teratur, pengendara tidak hanya mendapatkan kenyamanan maksimal, tetapi juga dapat menghindari pemborosan bahan bakar yang tidak perlu selama perjalanan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ac mobil tidak dingin #bbm boros #tips otomotif #Mesin #penyebab