Jawa Pos Radar Madiun - GPS bekerja dengan memanfaatkan sinyal dari satelit yang mengorbit bumi. Satelit-satelit ini mengirimkan sinyal radio berisi informasi lokasi dan waktu pengiriman. Perangkat GPS pada smartwatch menerima sinyal dari beberapa satelit sekaligus, lalu menghitung jarak berdasarkan selisih waktu antara pengiriman dan penerimaan sinyal.
Dengan informasi jarak dari tiga atau lebih satelit, perangkat GPS dapat menentukan lokasi pengguna menggunakan metode trilaterasi. Setelah posisi dihitung, hasilnya ditampilkan dalam bentuk koordinat yang bisa dipetakan. Faktor seperti jumlah satelit yang terhubung, kondisi cuaca, hingga lingkungan sekitar bisa mempengaruhi akurasi GPS pada smartwatch.
Jenis GPS pada Smartwatch
Setelah memahami cara kerjanya, berikut beberapa jenis GPS yang umum digunakan pada smartwatch modern.
Baca Juga: Panen Cepat di Lahan Sempit: Tips Menanam Kangkung dan Bayam dalam Pot Rumah
A-GPS (Assisted GPS)A-GPS adalah pengembangan dari GPS biasa yang memanfaatkan jaringan seluler untuk mempercepat proses pencarian lokasi. Dengan bantuan BTS, A-GPS bisa menentukan posisi lebih cepat, terutama di area perkotaan dengan banyak gedung tinggi.
Kombinasi sinyal satelit dan jaringan seluler membuat A-GPS sangat cocok digunakan pada smartwatch, karena mampu meningkatkan kecepatan dan akurasi pelacakan.
GLONASSGLONASS adalah sistem navigasi satelit milik Rusia yang menjadi alternatif GPS. Sistem ini memiliki cakupan luas, terutama di wilayah lintang tinggi seperti Eropa Utara dan Rusia.
Jika smartwatch menggunakan kombinasi GPS dan GLONASS, maka perangkat bisa menerima lebih banyak sinyal satelit sehingga hasil tracking jadi lebih cepat dan akurat.
BeiDouBeiDou merupakan sistem navigasi satelit dari Tiongkok yang memiliki cakupan global dengan performa optimal di Asia. Dengan dukungan lebih dari 30 satelit, BeiDou mampu memberikan data lokasi yang cepat dan presisi.
Smartwatch yang mendukung BeiDou sangat cocok digunakan di wilayah Asia karena memberikan akurasi yang lebih stabil dibanding hanya mengandalkan GPS saja.
GalileoGalileo adalah sistem navigasi buatan Uni Eropa yang dikenal dengan tingkat akurasinya yang tinggi. Sistem ini dirancang untuk tetap bekerja meskipun sistem lain mengalami gangguan.
Pada smartwatch, Galileo sangat berguna untuk aktivitas yang membutuhkan presisi tinggi, seperti lari, hiking, atau tracking rute detail di kota besar.
QZSS (Quasi-Zenith Satellite System)QZSS merupakan sistem satelit dari Jepang yang berfungsi sebagai pelengkap GPS di kawasan Asia-Oceania. Sistem ini membantu memperkuat sinyal GPS, terutama di area dengan banyak penghalang seperti gedung tinggi.
Baca Juga: Pajak EV Tak Lagi Gratis, Hyundai Minta Pemerintah Daerah Segera Beri Kepastian Regulasi
Dengan adanya QZSS, smartwatch bisa tetap mendapatkan sinyal stabil meskipun berada di lingkungan yang sulit.
NavICNavIC adalah sistem navigasi regional yang dikembangkan oleh India. Sistem ini dirancang untuk memberikan akurasi tinggi di wilayah India dan sekitarnya tanpa bergantung pada GPS global.
Meskipun belum banyak digunakan secara global, NavIC tetap menjadi solusi penting untuk navigasi lokal dengan tingkat presisi tinggi.
Editor : Sukma Maharani Putri