Jawa Pos Radar Madiun – Di tahun 2026, tren roda dua di Indonesia kembali diwarnai oleh bangkitnya gaya Supermoto. Mengambil basis dari motor penggaruk tanah (trail) yang kemudian disulap menjadi "monster aspal", Supermoto menawarkan perpaduan unik antara ketangguhan suspensi offroad dengan cengkeraman ban jalan raya.
Bagi para pengendara di perkotaan yang sering menghadapi jalanan bergelombang namun tetap ingin tampil sporty dan agresif, modifikasi Supermoto adalah jawabannya. Tidak heran jika media sosial kini dipenuhi dengan potret motor-motor jangkung yang tampil klimis dengan ban lebar.
Apa Itu Konsep Supermoto?
Secara sederhana, Supermoto adalah motor trail (dual-purpose) yang mengalami rombakan pada sektor kaki-kaki untuk penggunaan jalan aspal. Tujuannya adalah menciptakan motor yang lincah untuk bermanuver di kemacetan, namun tetap tangguh menghantam lubang jalanan kota.
Baca Juga: Velg Mobil 2026 Lagi Viral! Ini Model Simpel Tapi Keren yang Lagi Dicari
Perubahan paling mencolok biasanya terletak pada:
Velg: Menggunakan diameter yang lebih kecil dari standar trail.
Ban: Menggunakan profil ban halus ( street tire) yang lebar.
Handling: Posisi berkendara yang tegak memberikan kontrol maksimal bagi pengendara.
Tren Modifikasi Supermoto Kekinian 2026
1. Velg Ring 17 (Standar Wajib)
Ini adalah syarat mutlak gaya Supermoto. Mengganti velg jari-jari standar trail (biasanya kombinasi ring 21-18) menjadi Ring 17 di depan dan belakang.
Efek: Motor terlihat lebih padat dan pendek, memberikan stabilitas lebih saat melaju kencang di jalan aspal.
2. Ban Aspal Berprofil Lebar
Tren 2026 mengarah pada penggunaan ban dengan kompon lunak (soft compound). Ban yang lebar bukan hanya soal estetika, tapi juga menambah traksi saat motor digunakan untuk berbelok tajam (cornering).
Baca Juga: Banyak yang Beralih! Mobil Listrik vs Bensin, Mana Lebih Untung di 2026?
3. Upgrade Pengereman (Big Brake Kit)
Karena kecepatan di aspal lebih tinggi dibandingkan di tanah, sistem rem bawaan biasanya kurang mumpuni.
Upgrade: Penggunaan piringan cakram lebar (oversize disc) dan kaliper dengan piston lebih banyak menjadi tren agar daya henti motor lebih responsif.
4. Penyesuaian Suspensi
Berbeda dengan trail yang suspensinya sangat empuk untuk melompat, Supermoto 2026 trennya menggunakan suspensi yang sedikit lebih kaku (stiff).
Tujuannya: Menghindari gejala "limbung" atau ayunan berlebih saat melakukan pengereman keras atau bermanuver cepat di tikungan.
5. Tampilan "Clean Racing"
Warna-warna neon yang ramai mulai ditinggalkan. Tren 2026 lebih ke arah bodi polos dengan grafis minimalis namun tegas. Penggunaan aksesori berbahan serat karbon atau CNC berwarna hitam/titanium menambah kesan mahal dan garang.
Motor yang Paling Sering Dimodifikasi
Beberapa "kanvas" favorit para modifikator Supermoto di Indonesia antara lain:
Kawasaki KLX 150: Pionir yang paling banyak pilihan part variasinya.
Honda CRF 150L: Populer karena desain bodi yang slim dan sporty.
Yamaha WR 155R: Menjadi primadona baru karena performa mesin yang paling bertenaga di kelasnya.
Tips Modifikasi Supermoto Tanpa Menyesal
Gunakan Velg Berkualitas: Hindari velg murahan yang mudah bengkok saat menghantam lubang. Ingat, motor ini berkarakter hard-use.
Perhatikan Gear Ratio: Saat mengganti diameter ban ke yang lebih kecil, biasanya tarikan motor jadi terasa berbeda. Sesuaikan ukuran gear depan atau belakang agar akselerasi tetap mantap.
Keselamatan Tetap Utama: Jangan lupa pasang spion dan plat nomor dengan rapi agar tidak hanya keren, tapi juga taat aturan lalu lintas.
Modifikasi Supermoto di tahun 2026 adalah tentang bagaimana mengubah karakter motor yang "liar" menjadi kendaraan harian yang penuh gaya. Dengan konsep yang tepat, motor Anda tidak hanya akan terlihat garang di parkiran, tetapi juga sangat menyenangkan saat diajak membelah kemacetan kota.
Editor : Nur Wachid