Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jangan Asal Isi! Ini Alasan Mesin Diesel Euro 4 Sangat Pantang Pakai Solar Murah

Mizan Ahsani • Jumat, 24 April 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi mesin diesel ( CRDi)
Ilustrasi mesin diesel ( CRDi)

Jawa Pos Radar Madiun - Era standar emisi Euro 4 yang kini berlaku di Indonesia membawa perubahan besar pada teknologi mesin diesel. Mesin diesel modern, termasuk yang sudah berstandar Euro 5 hingga Euro 6, kini jauh lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Penggunaan solar berkualitas rendah dengan kandungan sulfur tinggi bukan lagi sekadar risiko penurunan performa, melainkan ancaman serius bagi komponen mesin.

Sensitivitas ini disebabkan oleh penggunaan teknologi Common Rail Direct Injection (CRDi) yang bekerja dengan tekanan sangat tinggi. Nozel injektor pada sistem ini memiliki lubang mikroskopis yang sangat halus. Partikel kotoran atau endapan dari solar berkualitas rendah dapat dengan mudah menyumbat injektor tersebut, yang mengakibatkan pola penyemprotan bahan bakar terganggu dan mesin menjadi pincang.

Baca Juga: Bertekad Ungkap Misteri Kematian Ayah, Kiesha Alvaro dan Callista Arum Adu Peran di Film Tumbal Proyek

Selain masalah injektor, kandungan sulfur yang tinggi pada bahan bakar juga memicu pembakaran tidak sempurna. Sisa pembakaran ini menghasilkan jelaga berlebih (particulate matter) yang dapat menyumbat Diesel Particulate Filter (DPF).

Jika sistem emisi ini rusak, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pemilik kendaraan tentu tidak sedikit. Sensor-sensor canggih pada ECU (Electronic Control Unit) juga akan mendeteksi pembakaran yang buruk, sehingga seringkali mesin secara otomatis masuk ke safe mode atau kehilangan tenaga.

Untuk menjaga keawetan mesin, pemilik mobil diesel Euro 4 ke atas sangat disarankan menggunakan bahan bakar berkualitas dengan kadar sulfur di bawah 50 ppm, seperti Pertamina Dex atau Dexlite. Namun, jika dalam kondisi darurat terpaksa menggunakan solar berkualitas rendah, perawatan ekstra wajib dilakukan.

Baca Juga: Ogah Disebut Tertekan, Bojan Hodak Sebut Posisi Persib Di Puncak Justru Jadi Keberuntungan

Idealnya, filter solar diganti setiap 10.000 hingga 20.000 km. Namun, jika sering mengonsumsi bahan bakar rendah Cetane, interval penggantian harus dipercepat menjadi setiap 5.000 hingga 10.000 km.

 Waspadai gejala seperti mesin yang mulai tersendat, tarikan terasa berat, atau lampu indikator fuel filter yang menyala, karena itu adalah sinyal kuat bahwa filter solar sudah tersumbat dan harus segera diganti.(*)

* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#filter solar #Comonrail diesel #CRDi #diesel euro 4 #bio solar