Jawa Pos Radar Madiun - Membeli mobil bekas memang menjadi solusi hemat untuk mobilitas namun masalah karat sering kali luput dari pengawasan para calon pembeli.
Karat bukan sekadar masalah tampilan karena korosi yang parah dapat merusak struktur kendaraan serta menurunkan kekuatan rangka mobil secara signifikan.
Langkah awal yang wajib dilakukan adalah mengamati kondisi visual bodi mobil secara menyeluruh untuk mencari cat yang menggelembung atau retak.
Gelembung pada cat biasanya menjadi indikasi kuat bahwa lapisan logam di bawahnya sudah mulai mengalami proses oksidasi yang berbahaya.
Area kolong mobil menjadi bagian paling rentan karena terpapar langsung oleh air dan lumpur sehingga pemeriksaan rangka bawah sangatlah krusial.
Jika karat pada bagian kolong sudah menyebar luas dan membuat logam terlihat rapuh maka kekuatan struktur mobil tersebut patut dipertanyakan.
Baca Juga: Sinyal Bahaya? Outlook Kredit Empat Raksasa Bank Indonesia Anjlok, IHSG Kian Terpuruk
Pemeriksaan juga harus menjangkau area tersembunyi seperti bagian dalam pintu, kap mesin, serta lantai bagasi yang rawan lembap.
Noda kecokelatan atau cat yang terkelupas di area sempit ini merupakan gejala awal karat yang bisa menyebar cepat ke bagian lainnya.
Cara sederhana lainnya adalah dengan mengetuk panel bodi untuk mendengarkan suara yang dihasilkan apakah terdengar padat atau justru kopong.
Jika saat diketuk muncul serpihan debu karat maka bisa dipastikan kerusakan logam di bagian dalam sudah masuk kategori sangat serius.
Terakhir pastikan untuk menelusuri riwayat penggunaan mobil tersebut apakah pernah terendam banjir atau sering melewati daerah rawan genangan.
Mobil yang memiliki riwayat terendam air memiliki risiko karat yang jauh lebih tinggi terutama pada bagian lantai kabin dan mesin. (naz)
Editor : Mizan Ahsani