Jawa Pos Radar Madiun - Kenaikan harga BBM membuat banyak orang mulai melirik mobil hybrid sebagai solusi cerdas untuk menekan biaya operasional kendaraan harian.
Kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik memang efektif menghemat bahan bakar namun membeli unit bekasnya memerlukan ketelitian ekstra tinggi.
Keputusan membeli tanpa pengetahuan yang cukup bisa berujung pada biaya perawatan yang jauh lebih mahal dibandingkan mobil konvensional biasa.
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan sistem nyala-mati otomatis pada mesin hybrid bekerja dengan normal dan perpindahan tenaganya halus.
Perpindahan yang terasa kasar berpotensi menimbulkan keausan dini pada komponen internal penting seperti piston hingga noken as di masa depan.
Oleh karena itu sangat disarankan bagi calon pembeli untuk mengajak mekanik terpercaya guna memverifikasi kondisi mesin secara langsung di lokasi.
Sektor baterai menjadi perhatian paling vital karena komponen ini merupakan bagian termahal yang ada pada sebuah sistem mobil hybrid.
Baca Juga: Beli Mobil Bekas Rasa Baru? Pastikan Cek 5 Area Rawan Karat Ini agar Tidak Rugi di Kemudian Hari
Idealnya kondisi kesehatan baterai masih berada di angka 80 persen ke atas agar performa mode listrik tetap optimal dan irit BBM.
Jika kesehatan baterai sudah menurun drastis konsumsi bahan bakar justru akan menjadi lebih boros dan biaya penggantiannya pun sangat menguras kantong.
Calon pembeli jangan hanya percaya pada ucapan penjual melainkan harus meminta bukti fisik hasil pengecekan kesehatan baterai yang akurat.
Selain masalah teknis melihat rekam jejak servis secara menyeluruh di bengkel resmi juga menjadi kewajiban yang tidak boleh dilewatkan.
Melalui riwayat servis tersebut Anda bisa mengetahui apakah pemilik sebelumnya merawat kendaraan dengan baik atau pernah mengganti komponen besar.
Antisipasi masalah di masa depan bisa dilakukan dengan memperkirakan biaya perawatan rutin berdasarkan data servis yang telah dilakukan sebelumnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani