Jawa Pos Radar Madiun – Banyak orang menganggap bahwa sakit pinggang selalu disebabkan oleh salah posisi tidur atau terlalu lama duduk. Namun, tahukah
Anda bahwa kebiasaan kurang minum air putih juga bisa menjadi pemicu utama nyeri di area punggung bawah? Secara medis, hal ini bukan sekadar mitos.
Tubuh yang mengalami dehidrasi dapat memengaruhi fungsi otot, bantalan tulang belakang, hingga kesehatan ginjal yang bermanifestasi sebagai rasa sakit di pinggang.
Baca Juga: Mitos Minum Air Es Bikin Gemuk, Ini Penjelasan Faktanya
Mengapa Kurang Minum Menyebabkan Sakit Pinggang?
Tubuh manusia terdiri dari sekitar 60–70% air. Ketika asupan cairan tidak tercukupi, beberapa sistem tubuh yang menyokong area pinggang akan terganggu:
Bantalan Tulang Belakang Kehilangan Elastisitas Di antara ruas tulang belakang terdapat cakram (intervertebral discs) yang berfungsi sebagai peredam kejut. Cakram ini memiliki inti menyerupai jeli yang sebagian besar terdiri dari air. Saat dehidrasi, cakram ini menyusut dan menjadi kurang elastis, sehingga tekanan pada tulang belakang meningkat dan menimbulkan nyeri.
Otot Menjadi Kaku dan Kram Otot membutuhkan elektrolit dan cairan untuk berkontraksi serta relaksasi dengan baik. Kekurangan cairan membuat otot-otot di area punggung bawah lebih mudah tegang, kaku, hingga mengalami kram yang menyakitkan.
Risiko Gangguan Ginjal Ginjal terletak di area punggung bawah. Kurang minum membuat urine menjadi pekat dan meningkatkan risiko terbentuknya endapan kristal atau batu ginjal. Nyeri akibat masalah ginjal ini sering kali dirasakan sebagai nyeri tajam di salah satu atau kedua sisi pinggang.
Menurunnya Sirkulasi Darah ke Otot Dehidrasi menyebabkan volume darah menurun, sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke otot-otot pinggang tidak optimal. Akibatnya, otot menjadi cepat lelah dan terasa pegal meskipun Anda tidak melakukan aktivitas berat.
Cara Mencegah Sakit Pinggang Akibat Dehidrasi
Menjaga hidrasi adalah investasi termurah untuk kesehatan tulang belakang Anda. Berikut langkah-langkahnya:
Penuhi Kuota Harian: Secara umum, konsumsilah 6–8 gelas air putih per hari. Sesuaikan jumlah ini jika Anda aktif berolahraga atau bekerja di cuaca panas.
Jangan Menunggu Haus: Haus adalah sinyal bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi ringan. Minumlah secara berkala sepanjang hari.
Baca Juga: Mulai dari 0,5 Gram, Cek Daftar Lengkap Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini
Perhatikan Warna Urine: Urine yang sehat biasanya berwarna kuning pucat. Jika urine berwarna kuning pekat atau keruh, itu tandanya Anda butuh lebih banyak air.
Kombinasikan dengan Peregangan: Selain minum, lakukan peregangan ringan setiap 1–2 jam jika pekerjaan Anda menuntut untuk duduk diam dalam waktu lama.
Kapan Harus Ke Dokter?
Sakit pinggang akibat kurang minum biasanya akan membaik setelah asupan cairan tercukupi. Namun, Anda harus segera memeriksakan diri ke tenaga medis jika nyeri pinggang disertai dengan:
Demam atau menggigil.
Nyeri tajam yang menjalar ke selangkangan.
Perubahan warna urine menjadi kemerahan (darah).
Sulit atau terasa sakit saat buang air kecil.
Kurang minum memang dapat menyebabkan sakit pinggang karena air memegang peran vital dalam menjaga kelenturan bantalan tulang dan performa otot. Dengan menjaga asupan cairan yang cukup, Anda tidak hanya melindungi ginjal, tetapi juga menjaga punggung tetap kuat dan bebas nyeri.
Editor : Nur Wachid