Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah cuaca panas, minum soda dingin papsti terasa menyegarkan. Celakanya, Anda baru saja minum obat antasida. Akibatnya, perut justru kembung dan sering sendawa.
Itulah yang ditekankan ahli farmasi Suzanne Soliman. Menurutnya, meminum soda bersamaan dengan obat bisa berbahaya.
Ia menjelaskan bahwa kandungan kafein, karbonasi, dan tingkat keasaman yang tinggi dalam soda dapat mengganggu efektivitas pengobatan serta memperburuk efek samping.
Berikut adalah enam jenis obat yang sangat dilarang dikonsumsi bersama minuman bersoda:
1. Antasida (Obat Lambung)
Antasida bekerja untuk menetralkan asam lambung. Meminumnya dengan soda justru kontraproduktif karena sifat asam dan karbonasi pada soda memicu gas, sendawa, dan kembung. Hal ini justru memperparah gejala refluks yang ingin diobati.
2. Levotiroksin (Obat Tiroid)
Obat ini wajib diminum saat perut kosong agar penyerapan maksimal. Soda dapat menurunkan kemampuan tubuh menyerap obat ini secara drastis. Disarankan meminumnya di pagi hari hanya dengan air putih.
3. Azole Antijamur
Soda, terutama jenis cola, dapat meningkatkan konsentrasi serum antijamur azole dalam darah secara berlebihan. Jika dosisnya terlalu tinggi di dalam tubuh, obat ini bisa berubah menjadi racun (toksik).
Baca Juga: Bukan Hanya Menyegarkan, Sparkling Water Bisa Tipu Otak agar Kenyang Lebih Lama
4. Antibiotik Tetrasiklin
Antibiotik ini sangat sensitif terhadap asupan lain. Ahli menyarankan agar tetrasiklin diminum dengan air putih setidaknya satu hingga dua jam sebelum mengonsumsi apa pun, termasuk minuman berkarbonasi.
5. Metotreksat
Obat yang sering digunakan untuk penyakit autoimun atau kanker ini jika bertemu dengan soda dapat memicu masalah toksisitas yang membahayakan organ tubuh. Air putih tetap menjadi pilihan paling aman.
6. Alendronat (Obat Osteoporosis)
Sifat asam dari soda sangat mengurangi penyerapan alendronat. Selain itu, karbonasi dapat mengiritasi esofagus dan memperparah rasa panas di dada (heartburn). Gunakan air putih dan tunggu 30 menit sebelum mengonsumsi makanan/minuman lain.
Suzanne Soliman menekankan bahwa air putih adalah pelarut terbaik untuk memastikan obat bekerja sesuai fungsinya tanpa menimbulkan komplikasi tambahan bagi sistem pencernaan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani