Jawa Pos Radar Madiun - Menyusui merupakan perjalanan berharga antara ibu dan anak, namun bagi ibu bekerja, menjaga produksi ASI agar tetap melimpah sering kali menjadi tantangan besar.
Pakar Laktasi Jamilatus Sadiyah menjelaskan bahwa kunci keberhasilan menyusui di tengah kesibukan adalah menjaga ritme menyusui atau memompa secara konsisten dan mengutamakan kenyamanan.
"Kunci dari keberhasilan menyusui adalah konsistensi dan kenyamanan. Jika tidak menyusui langsung, upayakan tetap memompa di waktu yang dijadwalkan agar kuantitas ASI terjaga," ujar Jamilatus dalam peluncuran pompa ASI Eufy di Jakarta.
Untuk mendukung produktivitas di kantor, Jamilatus menyarankan penggunaan alat pumping tipe handsfree. Dengan desain tanpa kabel, ibu tetap bisa bekerja tanpa harus meninggalkan meja kantor atau mengorbankan waktu pumping.
Selain fleksibilitas, fitur teknologi tambahan juga sangat berperan.
Salah satunya adalah teknologi terapi hangat HeatFlow yang diperkenalkan oleh Eufy. Fitur ini dirancang untuk melancarkan aliran ASI sekaligus mengurangi rasa tidak nyaman selama proses berlangsung.
Menariknya, teknologi terapi hangat ini telah divalidasi oleh lebih dari 100 konsultan laktasi bersertifikasi internasional (IBCLC), membuktikan bahwa pendekatan berbasis sains sangat membantu efektivitas menyusui.
Alex Woo, Country Go To Market Manager Anker Innovations Indonesia, menambahkan bahwa produk modern kini juga dilengkapi dengan Smart App. Aplikasi ini memungkinkan ibu mengatur tingkat panas, ritme tarikan, hingga melakukan tracking sesi pumping secara terstruktur melalui ponsel.
Dengan pemilihan alat yang tepat dan menjaga suasana hati tetap nyaman, peluang ibu untuk memberikan ASI eksklusif secara berkelanjutan akan jauh lebih besar meskipun memiliki mobilitas tinggi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani