Jawa Pos Radar Madiun - Anggapan bahwa mengenakan pakaian berwarna hitam di siang hari terasa lebih panas ternyata bukan sekadar mitos belaka.
Secara ilmiah, fenomena ini berkaitan erat dengan bagaimana sebuah warna berinteraksi dengan spektrum cahaya matahari.
Warna hitam memiliki sifat unik karena menyerap hampir seluruh spektrum cahaya yang mengenainya, termasuk energi termal atau panas.
Sebaliknya, warna-warna terang seperti putih atau pastel bersifat reflektif, yakni memantulkan sebagian besar cahaya tersebut sehingga tidak terserap ke dalam kain.
Ketika seseorang mengenakan pakaian hitam di bawah terik matahari, panas akan lebih banyak terserap oleh kain, sehingga suhu di sekitar tubuh ikut meningkat.
Bahan dan Model Menentukan Kenyamanan
Meski warna hitam menyerap panas, rasa gerah yang muncul sebenarnya bisa diredam dengan memperhatikan dua faktor utama:
-
Jenis Bahan: Kain berbahan katun yang ringan atau linen tetap bisa memberikan rasa nyaman karena kemampuannya menyerap keringat dengan baik, meskipun warnanya gelap.
-
Sirkulasi Udara: Menariknya, pakaian hitam yang longgar justru bisa membantu tubuh terasa sejuk. Panas yang terserap tidak langsung menempel pada kulit, melainkan terbawa aliran udara yang melewati celah pakaian.
Tips Menghadapi Cuaca Terik
Untuk aktivitas luar ruangan di bawah sinar matahari langsung, masyarakat tetap disarankan untuk:
-
Memprioritaskan pakaian berwarna terang untuk meminimalkan penyerapan panas.
-
Memilih bahan kain yang memiliki pori-pori udara yang baik (adem).
-
Memastikan hidrasi tubuh terjaga untuk mencegah risiko dehidrasi akibat suhu tubuh yang meningkat.
Jadi, meskipun benar bahwa baju hitam cenderung lebih panas, Anda tetap bisa menyiasatinya dengan pemilihan material dan potongan baju yang tepat agar tetap nyaman beraktivitas sepanjang hari. (naz)
Editor : Mizan Ahsani