Jawa Pos Radar Madiun - Banyak orang merasa sudah disiplin menjaga kebersihan gigi dengan menyikatnya dua kali sehari.
Namun, rutinitas tersebut bisa sia-sia bahkan merusak jika dilakukan dengan teknik yang keliru.
Masalah seperti enamel yang terkikis hingga iritasi gusi sering kali berawal dari tekanan sikat yang terlalu keras dan durasi yang terlalu singkat.
drg. Hakeke Madeva dari Smart Dental menegaskan bahwa kekeliruan ini sudah menjadi masalah umum di masyarakat. Menurutnya, pembersihan gigi yang optimal tidak hanya berhenti pada sikat gigi saja.
“Kebanyakan orang tidak tahu cara menyikat gigi yang benar. Bukan cuma menyikat gigi, tapi floss (benang gigi) juga perlu setiap malam. Selain itu, permukaan lidah juga harus disikat,” jelas drg. Hakeke.
Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah larangan menyikat gigi langsung setelah mengonsumsi kopi atau merokok. drg. Hakeke menyarankan cukup dengan berkumur air putih.
Kapur atau asam dari makanan dan minuman dapat melunakkan enamel untuk sementara, sehingga menyikatnya langsung justru akan mengikis lapisan pelindung gigi tersebut.
Berkumur jauh lebih disarankan untuk menetralkan rongga mulut setelah makan atau minum.
Baca Juga: Harga Emas UBS di Pegadaian Senin Pagi: Tetap di Rp2,87 Juta, Simak Tabel Harganya
Deteksi Dini Setiap 6 Bulan
Senada dengan hal tersebut, drg. Fadhila Maharani menekankan pentingnya kontrol rutin setiap enam bulan sekali. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi masalah kecil sebelum menjadi besar dan mahal.
-
Scaling: Menghilangkan karang gigi yang tidak bisa hilang dengan sikat biasa.
-
Tambal Kecil: Menutup lubang sejak dini agar tidak mencapai saraf gigi.
Seiring kemajuan teknologi, dunia kedokteran gigi kini semakin nyaman bagi pasien. Salah satu inovasi unggulannya adalah 3Shape TRIOS Intraoral Scanner.
Alat ini merupakan pemindai digital yang menggantikan metode pencetakan gigi konvensional (menggunakan bahan cetak yang sering memicu rasa mual).
Selain meningkatkan kenyamanan, teknologi ini memberikan akurasi tinggi dalam perencanaan perawatan seperti behel atau mahkota gigi.
Ke depan, penggunaan rontgen digital juga akan menjadi standar untuk memberikan diagnosis yang lebih menyeluruh dan presisi bagi pasien. (naz)
Editor : Mizan Ahsani