Jawa Pos Radar Madiun - Kenaikan harga BBM solar non-subsidi per April 2026 telah menciptakan tantangan baru bagi pemilik kendaraan bermesin diesel.
Dengan harga Dexlite yang kini jauh melampaui harga bensin kelas menengah, kalkulator biaya operasional pun harus dihitung ulang.
Selama ini, mesin diesel dipuja karena efisiensinya yang mampu menempuh jarak lebih jauh dengan volume bahan bakar yang sama dibanding mesin bensin.
Namun, ketika selisih harga per liter mencapai angka yang signifikan, keunggulan "irit" tersebut mulai dipertanyakan oleh konsumen harian.
Data pasar menunjukkan adanya pergeseran persepsi.
Bagi pengguna yang hanya menempuh jarak pendek di dalam kota, biaya pengisian tangki yang kini bisa menembus angka jutaan rupiah mulai terasa membebani.
Tak heran jika di bursa mobil bekas, minat terhadap unit diesel mulai terkoreksi dan beralih ke mobil bensin atau hybrid yang dianggap lebih stabil secara biaya harian. (naz)
Editor : Mizan Ahsani