Jawa Pos Radar Madiun - Strategi metanol yang dijalankan Geely bukanlah proyek semalam.
Perusahaan telah mengembangkan teknologi ini selama lebih dari 20 tahun. Kini, teknologi tersebut mulai merambah ke kendaraan produksi massal dan dunia balap sebagai bukti ketangguhannya.
Salah satu bukti nyata adalah munculnya varian Plug-in Hybrid (PHEV) berbahan metanol pada sedan Galaxy Starshine 6.
Mobil ini menggunakan mesin 1,5 liter berdaya 93 kW yang dirancang khusus untuk mengonsumsi metanol, menunjukkan bahwa teknologi ini sudah siap digunakan oleh konsumen umum.
Baca Juga: Bos Geely Kritik Mobil Listrik: Baterai Lithium Terlalu Berat, Sebut Metanol Jauh Lebih Efisien
Tidak hanya di jalan raya, Geely juga menguji performa metanol di lintasan balap melalui program motorsport khusus.
Mereka menggunakan mesin yang sepenuhnya kompatibel dengan bahan bakar metanol M100 untuk menguji ketahanan dan akselerasi dalam kondisi ekstrem.
Langkah agresif Geely ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah China. Hingga saat ini, sebanyak 39 kota di 20 wilayah setingkat provinsi telah menerapkan lebih dari 80 kebijakan yang mendukung ekosistem metanol.
Dukungan ini mencakup pembangunan infrastruktur pengisian hingga basis energi terbarukan terpadu, memposisikan metanol sebagai pilar penting dalam transisi ekonomi hijau di Negeri Tirai Bambu. (naz)
Editor : Mizan Ahsani