Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gim KuloNiku Raup 60 Ribu Pengguna dalam 2 Minggu, Menteri Ekraf Janjikan Insentif untuk Pelaku Industri

Suci Oktavia • Senin, 27 April 2026 | 20:10 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mencoba produk gim lokal saat mengunjungi Gambir Studio di Yogyakarta, Sabtu (25/4). (ANTARA)
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mencoba produk gim lokal saat mengunjungi Gambir Studio di Yogyakarta, Sabtu (25/4). (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif tengah serius menyusun kebijakan strategis untuk mempercepat pertumbuhan industri gim nasional.

Langkah ini mencakup penyediaan insentif, kajian mendalam, hingga regulasi yang mampu menjawab kebutuhan para pengembang lokal agar dapat bersaing di pasar internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar pelaku kreatif tidak hanya sekadar bertahan di tengah persaingan global, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Pertumbuhan Gim Lokal yang Masif

Dalam setahun terakhir, tercatat lebih dari 40 gim lokal telah resmi dirilis. Hal ini menunjukkan dinamika luar biasa di subsektor ekonomi kreatif tersebut.

Salah satu bukti keberhasilannya terlihat saat Menteri mengunjungi Gambir Studio di Sleman, DIY, pada Sabtu (25/4).

Baca Juga: Hasil Babak Pertama Persija vs Persis Solo: VAR Batalkan Keunggulan Macan Kemayoran

Gim terbaru mereka, KuloNiku, mencatatkan prestasi gemilang dengan menjangkau hampir 60.000 pengguna hanya dalam waktu kurang dari dua minggu sejak peluncuran. 

"Ini menunjukkan bahwa gim lokal memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi baru," ujar Teuku Riefky.

Gambir Studio yang berdiri sejak 2016 telah merilis lebih dari 12 judul gim dengan total unduhan mencapai lebih dari 20 juta kali. Salah satu karya unggulannya, KuloNiku: Bowl Up!, mengadopsi tema kuliner khas Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya.

CEO Gambir Studio, Shafiq Husein, menekankan pentingnya ekosistem yang saling terhubung. "Kami tidak hanya membuat gim, tetapi juga membawa misi budaya. Ada kolaborasi antara kuliner, animasi, dan gim. Ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif harus tumbuh melalui kolaborasi," ungkap Shafiq.

Keberhasilan pengembang lokal seperti Gambir Studio juga tidak lepas dari partisipasi aktif dalam ajang internasional seperti Gamescom 2025.

Dukungan pemerintah dalam membuka akses ke penerbit gim global serta mendorong kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan produk kreatif Indonesia di mata dunia. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#menteri ekraf #industri game indonesia #teuku riefky harsya #gaming