Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Aligner vs Behel: Mana Solusi Terbaik untuk Merapikan Gigi di Tahun 2026?

Mizan Ahsani • Selasa, 28 April 2026 | 03:20 WIB
Ilustrasi pakai aligner (atas) dan behel (bawah)
Ilustrasi pakai aligner (atas) dan behel (bawah)

Jawa Pos Radar Madiun - Memiliki senyum dengan barisan gigi yang rapi kini bukan lagi sekadar impian. Di tahun 2026, teknologi ortodonti telah berkembang pesat, memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat. Dua metode yang paling populer saat ini adalah penggunaan clear aligner dan behel (kawat gigi) konvensional.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Minum Magnesium? Ini Rekomendasi Ahli Gizi agar Tidur Maksimal

Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memperbaiki posisi gigi, namun secara mekanis dan estetika keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Berikut adalah perbandingan mendalam untuk membantu Anda menentukan pilihan:

1. Estetika dan Bahan

Perbedaan paling mencolok terletak pada tampilan. Aligner (seperti Invisalign, Klar, atau Rata) terbuat dari plastik transparan medis (termoplastik) yang hampir tidak terlihat saat dikenakan. Hal ini menjadikannya pilihan favorit bagi profesional atau mereka yang kurang percaya diri dengan tampilan logam. Sebaliknya, behel menggunakan bracket logam atau keramik yang terhubung dengan kawat, sehingga sangat terlihat jelas secara visual.

2. Kenyamanan dan Fleksibilitas

Aligner menawarkan fleksibilitas tinggi karena sifatnya yang bisa dilepas-pasang, terutama saat makan atau menyikat gigi. Hal ini meminimalisir risiko terselipnya makanan dan menjaga kebersihan mulut lebih maksimal. Sementara itu, behel bersifat permanen selama masa perawatan dan seringkali menyebabkan iritasi atau sariawan pada awal pemasangan akibat gesekan kawat dengan gusi.

3. Durasi Perawatan dan Kontrol

Untuk kasus gigi berantakan tingkat ringan hingga sedang, aligner diklaim mampu bekerja lebih cepat dengan estimasi waktu 3 hingga 18 bulan saja. Selain itu, pengguna aligner tidak perlu terlalu sering melakukan kontrol ke dokter gigi. Di sisi lain, behel biasanya membutuhkan waktu 1 hingga 3 tahun dan memerlukan kontrol rutin bulanan untuk penyesuaian kawat.

Baca Juga: Dari Coba-Coba, Ully Sukses Jual Jamu Telang 70 Botol/Hari

4. Tingkat Kerumitan Kasus

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua kasus bisa diselesaikan dengan aligner. Aligner sangat efektif untuk meratakan gigi yang renggang atau sedikit bertumpuk. Namun, untuk kasus maloklusi atau kelainan struktur rahang yang kompleks, penggunaan behel tetap menjadi standar emas yang lebih dianjurkan oleh para ahli ortodonti.

5. Estimasi Biaya (April 2026)

Biaya perawatan kini semakin kompetitif. Untuk aligner lokal seperti Rata, harga mulai dibanderol sekitar Rp 5,9 jutaan. Namun, untuk merek internasional dengan teknologi lebih tinggi, biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Harga ini relatif bersaing dengan behel keramik atau safir premium.

Sebelum menentukan pilihan, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan konsultasi serta pemindaian 3D dengan dokter gigi spesialis ortodonti guna melihat metode mana yang paling efektif untuk struktur gigi Anda.(*)

* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#aligner #gigi rapi #behel #perbedaan