Jawa Pos Radar Madiun - Banyak yang belum tahu.
Sepeda lipat Polygon itu lahir dari Indonesia.
Tepatnya dari Sidoarjo, Jawa Timur.
Dari sana, produk ini menembus pasar global. Bersaing dengan brand luar.
Dan salah satu seri yang paling dinanti: Polygon Urbano.
Urbano Kembali: Setelah Sempat Langka
Sempat hilang dari pasaran.
Sempat diburu saat pandemi.
Harga melonjak. Stok kosong.
Kini, Urbano kembali.
Dua varian hadir: Urbano 3 dan Urbano 5.
Dan kali ini, tidak sekadar comeback.
Tapi upgrade.
Desain Baru: Lebih Tinggi, Lebih Gahar
Perubahan paling terlihat ada di frame.
Maintube kini lebih tinggi.
Kesan yang muncul: lebih “adventure”.
Bukan lagi sekadar sepeda lipat santai.
Warna juga berubah.
Hitam doff dominan. Urbano 5 dipadukan krem.
Nuansanya seperti sepeda gravel.
Lebih maskulin. Lebih berani.
Perbedaan Utama Urbano 3 vs Urbano 5
Frame & Fork
• Urbano 3: masih pakai fork hi-ten steel
• Urbano 5: sudah upgrade ke alloy fork (lebih ringan & responsif)
Groupset & Speed
• Urbano 3 (2020): 1x8 speed (Altus + Claris)
• Urbano 5: 1x9 speed (Altus + Sora)
Upgrade ini terasa.
Lebih halus. Lebih efisien saat tanjakan.
Gear Ratio Lebih Agresif
• Urbano lama: 52T + 14-28T
• Urbano baru:
• Urbano 3: 53T + 12-32T
• Urbano 5: 53T + 11-34T
Artinya?
Lebih cepat di datar. Lebih kuat di tanjakan.
Rem & Performa
• Urbano 3: mechanical disc brake
• Urbano 5: hydraulic disc brake
Perbedaan besar.
Urbano 5 lebih pakem. Lebih presisi.
Ban dan Karakter: Mulai “Gravel Feel”
Urbano 3 masih pakai Kenda 20 x 1.75.
Urbano 5 naik kelas.
Menggunakan Vee Tire Speedster 20 x 1 3/8.
Ban ini biasa dipakai untuk gravel ringan.
Artinya?
Urbano 5 mulai diarahkan ke sepeda lipat petualang.
Nyaman untuk Pengguna Bertubuh Besar
Satu masalah klasik sepeda lipat: terlihat “kecil”.
Polygon menjawab itu.
Frame lebih tinggi. Postur lebih proporsional.
Pengguna berbadan besar tidak lagi terlihat “kebanting”.
Harga Polygon Urbano Terbaru
• Urbano 3: Rp4.000.000
• Urbano 5: Rp4.900.000
Dengan upgrade yang diberikan, harga ini masih tergolong rasional.
Urbano: Sepeda Lipat yang Naik Level
Dari sekadar commuter.
Menjadi sepeda lipat yang siap diajak lebih jauh.
Aspal? Bisa.
Jalur tanah ringan? Masih sanggup.
Bukan untuk ekstrem.
Tapi cukup untuk petualangan ringan.
Dan itu sudah lebih dari cukup untuk banyak orang.
Editor : Ockta Prana Lagawira