Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jangan Tunggu Mogok! Ini 6 Cara Simpel Cegah Mesin Mobil Overheat

Yunita Tri Desianti • Selasa, 28 April 2026 | 12:38 WIB
Mesin Mobil Overheat.
Mesin Mobil Overheat.

Jawa Pos Radar Madiun - Masalah mesin overheat masih menjadi momok bagi banyak pemilik kendaraan, terutama saat mobil digunakan dalam kondisi lalu lintas padat atau perjalanan jauh.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa merusak komponen mesin secara permanen jika tidak segera ditangani.

Ironisnya, banyak kasus overheat justru terjadi akibat hal-hal sepele yang luput dari perhatian.

Padahal, sistem pendingin mobil sudah dirancang untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Agar perjalanan tetap aman, berikut adalah 6 langkah rutin yang wajib Anda lakukan:

1. Cek Upper dan Lower Tank Radiator

Perhatikan kondisi upper tank dan lower tank, terutama jika komponen ini berbahan plastik. Karena letaknya dekat dengan mesin yang panas, bagian ini rentan retak.

Jika muncul retakan sekecil apa pun, cairan radiator bisa bocor dan merusak sistem pendinginan.

2. Periksa Slang dan Tutup Radiator

Slang radiator yang sudah mengeras adalah tanda bahwa usia pakainya sudah habis. Slang yang kaku sangat berisiko pecah saat tekanan mesin meningkat.

Selain itu, pastikan karet pada tutup radiator masih elastis agar cairan pendingin tidak keluar secara tidak sengaja.

Baca Juga: Bukan Cuma Tekanan Kerja, Kebiasaan Sepele Berikut Bisa Tingkatkan Hormon Stres Anda

3. Gunakan Radiator Coolant, Bukan Air Biasa

Sangat tidak disarankan mengisi radiator hanya dengan air keran biasa.

Air biasa mengandung mineral yang memicu karat dan endapan, yang lama-kelamaan menyumbat aliran pendingin. Selalu gunakan radiator coolant untuk menjaga suhu stabil sekaligus mencegah korosi.

4. Pastikan Kipas Radiator Berfungsi Normal

Kipas radiator memiliki peran vital untuk membuang hawa panas dari mesin.

Pastikan tidak ada debu atau kotoran yang menghambat putarannya. Jika kipas mulai melemah atau mati, suhu mesin akan melonjak drastis dalam waktu singkat.

5. Pantau Volume dan Kondisi Oli Mesin

Oli bukan sekadar pelumas, tapi juga berfungsi sebagai penyerap panas. Gunakan dipstick secara rutin untuk memastikan volume oli tidak berkurang.

Oli yang cukup dan berkualitas baik akan sangat membantu menjaga suhu internal mesin tetap stabil.

6. Perhatikan Kondisi V-Belt

V-belt berfungsi untuk menggerakkan water pump yang memutar cairan pendingin.

Jika V-belt terlihat retak atau aus, segera ganti dengan yang baru. Jika komponen ini putus di tengah jalan, sirkulasi pendingin akan berhenti total dan mesin pasti langsung panas. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#mogok #cara mencegah #mesin mobil #mesin overheat