Jawa Pos Radar Madiun - Aktivitas fisik seperti jalan kaki, lari, atau bersepeda bukan hanya baik untuk jantung, tetapi juga terbukti meningkatkan aliran darah ke otak.
Hal ini secara otomatis memperbaiki daya ingat dan kemampuan berpikir. Bahkan, olahraga ringan yang dilakukan secara konsisten sudah cukup untuk memberi dorongan besar pada produktivitas harian Anda.
Kapan Waktu Terbaik untuk Berolahraga?
Banyak ahli menyebutkan bahwa olahraga di pagi hari adalah pilihan utama jika target Anda adalah kewaspadaan maksimal.
Olahraga pagi membantu tubuh terasa lebih segar dan menyiapkan mental untuk menghadapi tekanan sepanjang hari.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik di awal hari sangat membantu meningkatkan kemampuan belajar, terutama dalam mengatur atensi.
Namun, yang perlu digarisbawahi adalah ritme tubuh setiap orang berbeda.
Jika Anda bukan tipe "orang pagi", manfaat untuk otak tetap bisa didapat kapan saja asalkan dilakukan secara rutin. Yang terpenting bukanlah jamnya, melainkan konsistensi Anda dalam bergerak.
Baca Juga: Bukan Cuma Tekanan Kerja, Kebiasaan Sepele Berikut Bisa Tingkatkan Hormon Stres Anda
Jenis Olahraga yang Paling Berpengaruh
Setiap jenis olahraga memberikan dampak yang berbeda bagi otak Anda:
-
Olahraga Aerobik: Jalan cepat, jogging, atau berenang sangat efektif meningkatkan aliran oksigen ke otak, sehingga membuat Anda merasa lebih jernih dan fokus.
-
Latihan Kekuatan: Mengangkat beban atau latihan beban tubuh membantu otak dalam mengatur perhatian dan melatih kemampuan untuk mengabaikan gangguan di sekitar.
Selain olahraga terjadwal, aktivitas ringan di tengah jam kerja juga sangat krusial. Berjalan kaki selama 10–15 menit atau sekadar melakukan peregangan setelah duduk lama dapat memberikan efek reset pada fokus Anda.
Kebiasaan sederhana ini menjaga aliran darah tetap lancar sehingga otak tidak cepat merasa jenuh. (naz)
Editor : Mizan Ahsani