Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tidur Tengkurap: Nyaman atau Justru Berisiko bagi Kesehatan? Simak Faktanya!

Bagas Bimantara • Rabu, 29 April 2026 | 11:50 WIB
Tidur tengkurap.
Tidur tengkurap.

Jawa Pos Radar Madiun – Apakah Anda termasuk tim yang baru bisa terlelap jika sudah berada dalam posisi tengkurap? Bagi sebagian orang, posisi ini terasa sangat "pas" dan efektif untuk meredakan pegal setelah seharian beraktivitas. Namun, tahukah Anda bahwa di balik rasa nyaman tersebut, para ahli kesehatan sering kali memberikan catatan merah?

Tidur tengkurap memang tidak sepenuhnya dilarang bagi orang dewasa, namun melakukannya terus-menerus dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah tubuh. Mari kita bedah apa saja risiko dan cara menyiasatinya agar kualitas istirahat Anda tetap optimal.

Mengapa Tidur Tengkurap Sering Dikritik? Ini Risikonya

Meskipun terasa rileks, posisi tengkurap memaksa tubuh berada dalam postur yang tidak alami. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang mungkin Anda rasakan:

Baca Juga: Pertarungan Hidup Mati! "The Hunger Games" Jadi Film Distopia yang Bikin Ketagihan

1. Beban Berlebih pada Leher dan Punggung

Ini adalah masalah yang paling sering muncul. Saat tengkurap, Anda tidak mungkin bernapas menembus bantal, sehingga leher dipaksa menoleh ke satu sisi dalam waktu lama.

Dampaknya: Otot leher bekerja ekstra keras, memicu kaku (stiff neck), hingga nyeri punggung karena tekanan pada tulang belakang menjadi tidak merata.

2. Pernapasan yang Kurang Optimal

Saat dada menempel langsung ke kasur, paru-paru memiliki ruang gerak yang terbatas untuk mengembang.

Akibatnya: Napas menjadi lebih pendek dan dangkal dibandingkan saat tidur miring atau telentang. Hal ini bisa menurunkan kadar oksigen yang masuk dan memengaruhi kesegaran tubuh saat bangun.

3. Masalah Kulit Wajah dan Penuaan Dini

Bagi Anda yang peduli pada kecantikan kulit, tidur tengkurap adalah musuh tersembunyi.

Iritasi & Jerawat: Gesekan kulit wajah dengan kain bantal yang lembap dapat memicu jerawat.

Garis Halus: Tekanan berulang pada wajah di atas bantal dapat mempercepat munculnya kerutan atau garis halus pada kulit.

4. Bahaya Fatal bagi Bayi (SIDS)

Sangat penting untuk dicatat bahwa tidur tengkurap sangat tidak dianjurkan bagi bayi. Posisi ini sangat berkaitan dengan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) karena risiko terhambatnya jalan napas. Posisi tidur telentang tetap menjadi pilihan paling aman untuk buah hati.

Tips Tetap Nyaman bagi "Pencinta" Tidur Tengkurap

Jika Anda merasa sangat sulit mengubah kebiasaan ini, Anda bisa meminimalisir risikonya dengan langkah-langkah berikut:

Gunakan Bantal Tipis: Gunakan bantal yang sangat tipis atau bahkan tanpa bantal sama sekali untuk kepala. Ini membantu agar leher tidak terlalu menekuk ke belakang secara ekstrem.

Bantal di Bawah Panggul: Letakkan bantal kecil atau tipis di bawah perut/panggul. Trik ini sangat efektif untuk membantu menjaga posisi tulang belakang tetap netral.

Lakukan Peregangan di Pagi Hari: Luangkan waktu 2-3 menit setelah bangun untuk meregangkan otot leher dan punggung guna mengembalikan kelenturan tubuh.

Variasikan Posisi: Cobalah untuk memulai tidur dengan posisi miring, dan gunakan posisi tengkurap hanya sebagai variasi sementara agar tubuh tidak terus-menerus menerima tekanan di satu titik.

Tidur tengkurap bukanlah sesuatu yang terlarang, namun memerlukan penyesuaian agar tidak merusak kesehatan tulang belakang dan pernapasan Anda. Jika Anda mulai sering terbangun dengan rasa nyeri di leher atau punggung, itu adalah sinyal dari tubuh untuk segera mencoba posisi tidur yang lebih sehat, seperti telentang atau miring.

Ingat, tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, tapi juga tentang bagaimana posisi tubuh mendukung proses pemulihan (recovery) saat kita beristirahat.

Editor : Nur Wachid
#tidur tengkurap #kesehatan punggung #nyeri leher #SIDS bayi #posisi tidur