Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Biaya Komponen Naik, BYD Terpaksa Naikkan Harga Fitur ADAS Berbasis LiDAR

Satrio Jati • Rabu, 29 April 2026 | 14:35 WIB
Mobil listrik SUV mewah terbaru dari BYD, Denza N8L. (DDONG AUTO)
Mobil listrik SUV mewah terbaru dari BYD, Denza N8L. (DDONG AUTO)

Jawa Pos Radar Madiun - Produsen otomotif asal China, BYD, dilaporkan mulai menyesuaikan harga fitur teknologi canggih pada kendaraannya.

Salah satu yang terdampak adalah sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) berbasis LiDAR yang kini mengalami kenaikan harga cukup signifikan.

Berdasarkan laporan Carnewschina, harga paket ADAS dengan dukungan LiDAR kini mencapai sekitar 1.660 dolar AS atau setara Rp28 jutaan.

Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa tekanan biaya di industri otomotif berbasis teknologi semakin terasa.

Lonjakan Harga Chip Jadi Pemicu Utama

Kenaikan harga tersebut tidak terjadi tanpa sebab.

Salah satu faktor utama adalah melonjaknya harga komponen memori global, khususnya DRAM dan NAND, yang merupakan bagian penting dalam sistem komputasi kendaraan modern.

Sistem ADAS berbasis LiDAR membutuhkan kemampuan pemrosesan data yang sangat tinggi.

Sensor LiDAR bekerja dengan membaca lingkungan sekitar kendaraan secara real-time, lalu mengirimkan data dalam jumlah besar yang harus diproses dengan cepat dan akurat.

Untuk mendukung proses tersebut, dibutuhkan memori berkecepatan tinggi dalam kapasitas besar. Ketika harga komponen ini naik, biaya produksi otomatis ikut terdorong naik.

Dampak Tren Teknologi dan AI

Lonjakan harga chip memori juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dari berbagai sektor teknologi.

Industri seperti kecerdasan buatan (AI), pusat data, hingga kendaraan pintar saat ini sama-sama membutuhkan komponen semikonduktor dalam jumlah besar.

Hal ini membuat persaingan pasokan semakin ketat, sehingga harga komponen penting seperti DRAM dan NAND ikut terdorong naik di pasar global.

Baca Juga: Prediksi Skor Semen Padang vs Madura United: Pertarungan Hidup Mati Dua Tim Penghuni Zona Degradasi

Strategi BYD dan Tantangan Industri

Selama ini, BYD dikenal sebagai produsen yang agresif dalam menekan harga kendaraan listrik melalui efisiensi produksi dan integrasi rantai pasok.

Namun, kenaikan biaya komponen inti membuat produsen tidak memiliki banyak opsi selain melakukan penyesuaian harga, terutama pada fitur teknologi tinggi seperti ADAS yang dikenal dengan nama “God’s Eye”.

Kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang lebih luas di industri kendaraan listrik dan mobil otonom.

Ketergantungan terhadap komponen elektronik canggih semakin tinggi, sehingga fluktuasi harga di sektor semikonduktor langsung berdampak pada harga produk akhir.

Prospek ke Depan

Ke depan, dinamika harga komponen seperti DRAM dan NAND diperkirakan masih akan menjadi faktor penting dalam strategi industri otomotif global.

Produsen harus mencari keseimbangan antara menghadirkan teknologi canggih dan menjaga harga tetap kompetitif di pasar.

Dengan perkembangan teknologi otonom yang semakin pesat, tantangan biaya ini kemungkinan akan terus menjadi perhatian utama dalam beberapa tahun mendatang. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#mobil listrik #harga #keamanan #byd #ADAS