Jawa Pos Radar Madiun - Memasuki musim kemarau, suhu udara yang meningkat membuat kabin mobil lebih cepat panas, terutama saat kendaraan diparkir di ruang terbuka.
Kondisi ini membuat sistem pendingin atau AC mobil harus bekerja lebih keras agar suhu tetap nyaman.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat musim kemarau tahun ini datang lebih awal sejak April dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus.
Selain panas, udara yang lebih kering dan berdebu juga ikut memengaruhi performa AC.
Filter AC Jadi Komponen yang Paling Terdampak
Salah satu komponen yang paling sering terdampak kondisi ini adalah filter AC.
Menurut Asst to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, Hariadi, filter AC berfungsi menjaga kualitas udara di dalam kabin tetap bersih.
“Filter AC berperan penting menjaga sirkulasi udara tetap bersih. Jika kotor, kinerja pendinginan bisa menurun dan kualitas udara di dalam kabin juga terganggu,” ujarnya.
Filter ini bekerja dengan menyaring debu sebelum udara masuk ke sistem pendingin. Saat musim kemarau, beban kerja filter meningkat karena paparan debu lebih tinggi dari biasanya.
Baca Juga: 5 Resep Olahan Ikan Kembung Enak dengan Bumbu Meresap dan Mudah Dibuat
Jenis Filter AC dan Fungsinya
Secara umum, filter AC memiliki beberapa jenis material. Ada yang berbahan kertas atau serat non-woven yang berfungsi menyaring debu.
Ada pula karbon aktif yang mampu menyerap bau tidak sedap, serta tipe elektrostatik yang menangkap partikel lebih halus menggunakan muatan listrik.
Mayoritas mobil menggunakan filter berbahan kertas atau serat non-woven karena lebih ringan, efisien, dan mudah dalam perawatan.
Tanda Filter AC Mulai Kotor
Ketika filter mulai penuh debu, gejalanya bisa langsung terasa. Hembusan AC menjadi lemah meski kipas sudah maksimal, muncul bau tidak sedap saat AC pertama kali dinyalakan, dan kaca mobil lebih mudah berembun.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat evaporator kotor, kompresor bekerja lebih berat, hingga konsumsi bahan bakar ikut meningkat.
Bahkan, filter kotor juga berpotensi menjadi sarang bakteri dan jamur yang berdampak pada kesehatan penumpang.
Cara Perawatan yang Bisa Dilakukan Sendiri
Pengecekan filter AC sebenarnya bisa dilakukan sendiri karena letaknya umumnya di belakang laci penumpang depan. Namun, filter berbahan kertas tidak boleh dicuci karena dapat merusak struktur penyaringnya.
Idealnya, filter diganti setiap 5.000–10.000 km, terutama jika sering melewati jalan berdebu. Penggunaan suku cadang resmi juga disarankan agar kinerja sistem tetap optimal.
“Perawatan AC merupakan langkah preventif, bukan sekadar menunggu gangguan muncul,” tutup Hariadi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani