Jawa Pos Radar Madiun - Selain teknik mengemudi, efisiensi mobil listrik juga dipengaruhi oleh kondisi kendaraan dan kebiasaan penggunaan sehari-hari.
Hal-hal kecil seperti tekanan ban hingga pengaturan AC bisa berdampak besar pada konsumsi daya.
Tekanan Ban Harus Selalu Ideal
Ban yang kurang tekanan membuat hambatan gulir meningkat, sehingga motor listrik bekerja lebih keras. Hal ini berdampak langsung pada borosnya energi dan berkurangnya jarak tempuh.
Menjaga tekanan ban sesuai standar pabrikan membantu menjaga efisiensi sekaligus stabilitas kendaraan.
Hindari Beban Berlebih
Semakin berat kendaraan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk bergerak. Membawa barang yang tidak diperlukan hanya akan mempercepat pengurasan baterai.
Menjaga beban tetap ringan membantu mobil listrik melaju lebih efisien.
Baca Juga: Jangan Asal Injak Pedal Gas, Ini 5 Cara Mengemudi Mobil Listrik agar Lebih Hemat dan Aman
Gunakan AC secara Bijak
Sistem pendingin kabin pada mobil listrik mengambil daya langsung dari baterai. Penggunaan AC yang berlebihan dapat mempercepat penurunan daya, terutama saat suhu diatur terlalu rendah.
Pengaturan suhu yang wajar atau menggunakan mode otomatis bisa membantu menjaga keseimbangan kenyamanan dan efisiensi.
Rencanakan Rute Perjalanan
Kondisi lalu lintas juga memengaruhi efisiensi energi. Meski mobil listrik relatif lebih efisien dalam kondisi stop and go, perencanaan rute tetap penting untuk menghindari kemacetan ekstrem.
Penggunaan aplikasi navigasi dapat membantu memilih jalur yang lebih lancar dan hemat energi.
Jaga Level Baterai Tetap Aman
Menggunakan baterai hingga terlalu rendah tidak disarankan karena dapat berdampak pada umur baterai. Idealnya, level baterai dijaga di atas 20 persen.
Kebiasaan ini tidak hanya meningkatkan keamanan perjalanan, tetapi juga membantu menjaga performa baterai dalam jangka panjang. (naz)
Editor : Mizan Ahsani