Jawa Pos Radar Madiun - Hampir setiap orang memiliki tahi lalat tumbuh kembali di tubuhnya. Bentuknya bisa beragam, ada yang datar dengan permukaan kulit, ada juga yang menonjol seperti benjolan kecil. Dalam beberapa kasus, tahi lalat diangkat melalui prosedur medis, baik karena alasan estetika maupun kesehatan.
Namun, sebagian orang mengalami kondisi di mana tahi lalat tumbuh kembali setelah operasi. Hal ini sering menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait kemungkinan adanya masalah serius seperti kanker kulit.
Penyebab Tahi Lalat Tumbuh Kembali
Tahi lalat terbentuk dari sel pigmen kulit yang disebut melanosit. Sel-sel ini dapat berkumpul dan membentuk bercak berwarna cokelat atau kehitaman di permukaan kulit.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah 1 Jutaan 2026, Fitur Lengkap Harga Bersahabat!
Pada umumnya, tahi lalat yang diangkat secara sempurna tidak akan tumbuh kembali. Namun, dalam beberapa kondisi, pertumbuhan ulang bisa terjadi karena beberapa faktor berikut.
Pengangkatan yang tidak tuntas sehingga masih ada sisa sel melanosit di bawah kulit.
Proses regenerasi kulit yang memicu pertumbuhan pigmen di area bekas tindakan.
Adanya sel abnormal atau sel kanker yang belum sepenuhnya hilang saat prosedur.
Jika tahi lalat muncul kembali, penting untuk memperhatikan karakteristiknya, apakah sama seperti sebelumnya atau mengalami perubahan.
Apakah Tahi Lalat yang Tumbuh Kembali Berbahaya
Tahi lalat biasa umumnya tidak akan tumbuh kembali setelah diangkat dengan benar. Namun, jika muncul kembali, kondisi ini perlu diwaspadai.
Menurut berbagai referensi medis, tahi lalat yang tumbuh kembali bisa menjadi tanda melanoma, terutama jika disertai perubahan bentuk, warna, atau ukuran.
Melanoma adalah jenis kanker kulit yang berkembang dari sel melanosit dan dapat menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati, atau otak jika tidak ditangani sejak dini.
Baca Juga: Obat Kutil yang Efektif dan Cara Menghilangkannya
Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Berpotensi Kanker
Untuk membedakan tahi lalat biasa dengan yang berbahaya, Anda dapat menggunakan metode ABCDE.
Asymmetry atau bentuk tidak simetris
Border atau tepi tidak rata, kabur, atau bergerigi
Color atau warna tidak merata
Diameter lebih dari 6 mm
Evolving atau mengalami perubahan bentuk, ukuran, atau warna
Selain itu, ada beberapa gejala tambahan yang perlu diwaspadai seperti rasa nyeri, gatal, perdarahan, atau munculnya benjolan baru di area tahi lalat.
Gejala Lain Melanoma yang Perlu Diperhatikan
Tidak semua melanoma memiliki ciri yang sama. Beberapa tanda lain yang mungkin muncul antara lain rasa nyeri yang tidak kunjung hilang, penyebaran warna ke kulit sekitar, kemerahan atau pembengkakan di area sekitar tahi lalat, hingga perubahan tekstur seperti menjadi lebih kasar atau mudah berdarah.
Jika Anda melihat perubahan yang tidak biasa, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapan Harus ke Dokter
Segera konsultasikan ke dokter jika tahi lalat tumbuh kembali setelah operasi, terutama jika disertai perubahan warna, bentuk, atau ukuran.
Pemeriksaan oleh dokter kulit penting untuk memastikan apakah tahi lalat tersebut jinak atau mengarah pada kondisi berbahaya seperti melanoma. Penanganan sejak dini dapat mencegah penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain.
Tahi lalat yang tumbuh kembali setelah operasi tidak selalu berbahaya, tetapi tetap perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa terjadi akibat pengangkatan yang tidak sempurna atau adanya sel abnormal pada kulit.
Memahami tanda-tanda melanoma dan rutin memeriksa kondisi kulit adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan. Jika muncul perubahan mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Editor : Nur Wachid