Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Chery menyatakan akan meluncurkan 13 model baru dalam dua tahun ke depan.
Model tersebut mencakup berbagai pilihan teknologi, mulai dari mesin bensin, mild hybrid, hybrid, hingga kendaraan listrik murni (BEV), yang akan hadir di segmen SUV, sedan, dan pikap.
Selain ekspansi produk, Chery juga memperkuat inovasi melalui pengembangan baterai solid-state, teknologi kecerdasan buatan (AI agents), serta sistem parkir pintar Chery Valet Parking Driver (VPD).
Perusahaan juga memperluas ekosistem mobilitas cerdas melalui kolaborasi dengan AiMOGA Robotics guna menghadirkan integrasi antara kendaraan dan robot.
Di sisi bisnis, Chery menargetkan penambahan 35 kemitraan baru pada 2026.
Baca Juga: Spesifikasi GWM Ora 5 Hybrid dan Varian Bensin: Tenaga hingga 223 Hp, Ada Fitur LiDAR
Langkah ini didukung penguatan pemasaran digital, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.
Melalui strategi tersebut, Chery menargetkan pertumbuhan hingga 1 juta pengguna keluarga baru secara global.
Mereka menitikberatkan pada relevansi produk, inovasi teknologi, dan kolaborasi internasional.
“Angka menunjukkan capaian, tetapi kepercayaan dibangun melalui konsistensi. Chery akan terus menjaga kepercayaan jutaan keluarga di dunia dengan komitmen nyata dan kolaborasi bersama mitra,” ujar Jeff Zhang.
Pendekatan ini dinilai semakin relevan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di mana keputusan pembelian kendaraan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan keluarga.
Chery menyebut permintaan di Indonesia terus meningkat, khususnya untuk kendaraan yang aman, nyaman, praktis, dan mendukung aktivitas harian.
Melalui integrasi produk, teknologi, dan layanan, perusahaan berupaya menghadirkan solusi mobilitas yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga modern. (naz)