Jawa Pos Radar Madiun - Di balik meningkatnya kebutuhan penitipan anak, masih banyak daycare di Indonesia yang belum memenuhi standar pengasuhan yang layak.
Ketua UKK Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, DR. dr. Fitri Hartanto Sp.A Subsp TKPSK (K), mengungkapkan bahwa kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai risiko serius bagi anak.
Berdasarkan penelitian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2020, ditemukan sejumlah fakta mengkhawatirkan:
- Kurang dari 50% pengasuh tidak memiliki sertifikasi profesi
- 44% daycare tidak memiliki legalitas jelas
- 25,3% tidak memiliki standar operasional pengasuhan
Kondisi ini membuka potensi terjadinya penelantaran hingga kekerasan pada anak.
Penelantaran Anak Bisa Terjadi Tanpa Disadari
Fitri menjelaskan bahwa penelantaran anak (child abuse and neglect) tidak selalu berbentuk kekerasan fisik.
Penelantaran mencakup:
- Kurangnya perhatian emosional
- Lingkungan yang tidak aman
- Minimnya stimulasi perkembangan
- Pengasuhan yang tidak sesuai
“Fenomena ini seperti gunung es. Kasus yang terlihat sedikit, tapi risiko sebenarnya sangat besar,” ujarnya.
Baca Juga: Syarat Wajib Daycare Menurut IDAI: Harus Penuhi Kebutuhan Dasar Anak, Termasuk Aspek Emosional
Pengasuhan Otoriter Bisa Berdampak Psikologis
Ia juga menyoroti bahwa pengasuhan anak, terutama di bawah usia tiga tahun, harus berbasis kepedulian, bukan otoriter.
Pendekatan yang keras dapat menyebabkan:
- Rasa takut berlebihan
- Gangguan emosional
- Tanda awal depresi pada anak
Karena itu, kualitas interaksi antara pengasuh dan anak menjadi sangat penting.
Tips Memilih Daycare yang Aman
Agar anak tetap aman dan berkembang optimal, orang tua perlu selektif dalam memilih daycare, dengan memperhatikan:
- Legalitas dan izin operasional
- Kompetensi dan sertifikasi pengasuh
- Lingkungan yang aman dan bersih
- Sistem pengasuhan yang jelas
- Pola komunikasi dan interaksi
Selain itu, orang tua tetap memiliki peran utama dalam tumbuh kembang anak, meskipun dibantu oleh daycare.
Orang Tua Tetap Jadi Kunci Utama
Fitri menegaskan bahwa tanggung jawab utama pengasuhan tetap berada pada orang tua.
Namun, memilih daycare yang tepat dapat menjadi solusi penting untuk memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi.
“Tidak cukup hanya menitipkan, tapi harus memastikan kualitas pengasuhan,” tegasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran ini, diharapkan orang tua lebih cermat dalam memilih daycare demi masa depan anak yang lebih baik. (naz)