Jawa Pos Radar Madiun - Memilih tempat penitipan anak atau daycare tidak bisa dilakukan sembarangan. Orang tua perlu jeli mengenali tanda-tanda mencurigakan atau red flag yang bisa berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan anak.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. dr. Fitri Hartanto Sp.A Subsp TKPSK (K), mengingatkan bahwa ada sejumlah indikator penting yang harus diperhatikan sebelum mempercayakan anak ke daycare.
Salah satu tanda utama daycare yang kurang baik adalah tidak adanya pemisahan antara anak sehat dan anak yang sedang sakit.
Menurut Fitri, kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan penularan penyakit secara berulang.
“Anak seringkali sudah sembuh, tapi kembali sakit karena di daycare masih ada anak yang sakit dan tetap diterima,” jelasnya dalam diskusi daring di Jakarta.
Lingkungan seperti ini dinilai tidak sehat dan dapat mengganggu tumbuh kembang anak jika terjadi terus-menerus.
Regulasi Kesehatan yang Lemah
Daycare idealnya memiliki aturan ketat terkait kesehatan, termasuk tidak menerima anak yang sedang sakit.
Selain itu, fasilitas di dalam daycare juga seharusnya terpisah dengan jelas, seperti:
- Area belajar
- Ruang istirahat
- Ruang makan
- Ruang pertemuan dengan orang tua
- Area logistik
Pemisahan ini penting untuk menciptakan lingkungan yang higienis dan aman bagi anak.
Pengasuh Harus Punya Kompetensi Lengkap
Tidak hanya soal menjaga anak, pengasuh daycare juga harus memiliki kemampuan dasar dalam:
- Stimulasi tumbuh kembang anak
- Penanganan kondisi darurat
- Pencegahan penyakit
Fitri menegaskan bahwa pengasuh harus mampu memberikan pertolongan pertama dalam situasi seperti tersedak, keselek, hingga kecelakaan ringan sebelum anak dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Banyak Daycare Belum Layak, IDAI Ingatkan Risiko Penelantaran Anak
Kurangnya Transparansi ke Orang Tua
Transparansi menjadi hal krusial dalam pengasuhan anak di daycare.
Jika pihak daycare tidak memberikan akses kepada orang tua untuk:
- Melihat aktivitas anak
- Memantau interaksi pengasuh
- Mendapat laporan yang jelas
maka hal tersebut patut dicurigai.
“Kalau orang tua tidak diberi akses melihat apa yang terjadi di dalam, itu harus menjadi perhatian,” ujar Fitri.
Perubahan Perilaku Anak Jadi Sinyal Penting
Orang tua juga perlu peka terhadap perubahan sikap anak setelah masuk daycare.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Anak menjadi murung
- Menolak bercerita tentang kegiatan di daycare
- Menangis berlebihan saat akan berangkat
- Bahkan sampai muntah karena stres
Gejala tersebut bisa menjadi indikasi adanya pengalaman negatif, termasuk tekanan psikologis atau perlakuan yang tidak baik.
Jangan Abaikan Tanda Kekerasan Fisik
Jika ditemukan tanda fisik seperti lebam atau luka pada tubuh anak, orang tua tidak disarankan langsung percaya pada penjelasan sepihak dari daycare.
“Kalau ada kecurigaan, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya,” tegas Fitri.
Langkah ini penting untuk memastikan apakah cedera terjadi karena kecelakaan biasa atau ada indikasi kekerasan.
Orang Tua Harus Lebih Selektif
Pada akhirnya, memilih daycare bukan hanya soal lokasi atau biaya, tetapi juga kualitas pengasuhan dan keamanan anak.
Orang tua diharapkan lebih teliti, aktif bertanya, dan tidak ragu mengevaluasi kembali pilihan daycare jika ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan.
Dengan kewaspadaan yang tinggi, risiko terhadap kesehatan dan keselamatan anak dapat diminimalkan sejak awal. (naz)