Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Benarkah Mobil Listrik Mati Mendadak saat Lewati Rel Kereta? Ini Faktanya

Mizan Ahsani • Jumat, 1 Mei 2026 | 10:27 WIB
Taksi listrik Green SM rusak usai terlibat kecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (ANTARA)
Taksi listrik Green SM rusak usai terlibat kecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Belakangan ini, muncul kekhawatiran di kalangan pemilik mobil listrik (EV) mengenai isu mobil yang tiba-tiba "mogok" saat melintasi rel kereta api.

Terlebih usai terjadi musibah kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang dipicu taksi listrik Green SM mogok di rel, Senin (27/4) lalu.

Apakah benar medan magnet di rel kereta bisa mematikan mobil listrik begitu saja? Atau ada faktor lain di balik fenomena ini?

Berbeda dengan mobil konvensional (berbahan bakar bensin) yang mogok biasanya karena masalah pasokan bahan bakar atau busi, mobil listrik memiliki cara kerja yang sangat berbeda.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, menjelaskan bahwa jika mobil listrik tiba-tiba mati saat di rel, itu bukanlah "kerusakan" dalam arti sebenarnya.

Mobil listrik modern dilengkapi dengan sistem komputer canggih yang sangat protektif.

"Ketika sistem mendeteksi adanya guncangan ekstrem, panas berlebih, atau ketidaknormalan arus listrik, mobil akan secara otomatis memutus aliran daya sebagai langkah pengamanan," urainya.

Baca Juga: Uber Cup 2026: Indonesia vs Korea, Ujian Berat Hadapi An Se Young

Penyebab Paling Umum: Peran Penting Baterai 12V

Pernahkah Anda bertanya mengapa mobil listrik tetap membutuhkan aki? Ternyata, di balik baterai raksasa yang menggerakkan motor listrik, terdapat baterai kecil 12 Volt (mirip aki mobil biasa).

Baterai kecil inilah yang memberi daya pada "otak" mobil, termasuk sistem komputer, sensor, lampu, dan sistem keamanan.

"Jika baterai 12V ini bermasalah atau drop, main relay (saklar utama) tidak bisa menutup. Akibatnya, daya dari baterai utama tidak bisa disalurkan ke motor penggerak," jelasnya.

"Hasilnya mobil mati total, bahkan jika persentase baterai utama Anda masih di angka 80 persen," sambung Agus.

Baca Juga: Jelang AVC Champions League 2026 Putra, Bhayangkara Presisi Rekrut Farhan Halim 

Mitos atau Fakta: Gangguan Medan Elektromagnetik?

Banyak yang percaya bahwa medan elektromagnetik dari kabel listrik KRL atau jalur kereta api bisa mengganggu sistem elektronik mobil listrik.

Pakar otomotif ITB lainnya, Yannes Martinus Pasaribu, memberikan ketenangan. Menurutnya, potensi gangguan elektromagnetik sangatlah rendah. 

Karena sebelum dipasarkan, setiap mobil listrik telah melewati serangkaian uji ketahanan yang sangat ketat terhadap interferensi elektromagnetik.

Mobil listrik modern sudah dirancang dengan lapisan pelindung (shielding) khusus agar sistem komputernya kebal terhadap gangguan dari luar.

Jadi, apakah Anda perlu takut saat melewati rel kereta api?

Jawabannya tentu saja tidak. Mobil listrik yang kita gunakan saat ini adalah hasil rekayasa teknologi tingkat tinggi yang mengutamakan keselamatan.

Jika terjadi kendala, itu biasanya murni masalah teknis pada komponen pendukung (seperti aki 12V yang sudah waktunya diganti) atau sensor yang mendeteksi guncangan hebat.

Tetaplah berkendara dengan tenang dan pastikan servis rutin dilakukan agar kondisi "kesehatan" mobil listrik Anda selalu dalam kondisi prima. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#rel kereta #aki #mobil listrik #kecelakaan kereta #bekasi