Jawa Pos Radar Madiun - Sudah pakai jas hujan, tapi paha dan lutut tetap basah?
Masalahnya seringnya bukan di kualitas jas hujan, melainkan cara memakainya.
Ada beberapa kesalahan kecil yang sering diabaikan, tapi dampaknya besar saat hujan deras.
Berikut kesalahan yang paling sering terjadi:
1. Ukuran Terlalu Pas di Badan
Jas hujan yang terlalu pas akan tertarik saat posisi duduk di motor. Akibatnya, bagian paha dan selangkangan terbuka dan jadi jalur masuk air.
Baca Juga: 7 Jenis Jas Hujan Anti Sobek Terbaik 2026, Tahan Hujan Deras dan Angin
Solusinya, pilih ukuran lebih besar agar tetap longgar saat dipakai bersama jaket atau tas.
2. Tidak Mengunci Bagian Bawah
Banyak jas hujan memiliki pengait atau kancing di bagian kaki, tetapi sering tidak digunakan.
Saat terkena angin, bagian bawah akan terangkat dan air mudah masuk.
Pastikan bagian ini selalu dikaitkan agar tetap menutup rapat.
3. Celana Dalam Tidak Tertutup Sempurna
Kesalahan lain adalah posisi celana jeans atau kain yang berada di luar sepatu.
Air yang menetes bisa meresap dan naik ke atas seperti sumbu.
Baca Juga: Tips Nonton Konser saat Musim Hujan: Nyaman, Aman. Tak Basah Kuyup
Cara menghindarinya, masukkan celana ke dalam sepatu dan pastikan jas hujan menutup bagian luar sepatu.
4. Resleting Tidak Ditutup Rapat
Menutup resleting setengah saja membuat air mudah masuk dari bagian depan.
Air kemudian mengalir ke bawah dan membuat bagian paha basah.
Selalu tutup resleting dan kancing hingga ke leher untuk perlindungan maksimal.
5. Salah Pilih Model Saat Berkendara Cepat
Jas hujan model ponco memang praktis, tetapi kurang cocok untuk kecepatan tinggi.
Angin bisa mengangkat bagian belakang sehingga tubuh tidak terlindungi.
Untuk perjalanan jauh atau cepat, gunakan model setelan agar lebih aman.
Editor : Andi Chorniawan