Jawa Pos Radar Madiun - Berbicara tentang destinasi wisata di Asia Tenggara, ingatan kita tak akan lepas dari aroma bumbu yang menyeruak di trotoar Bangkok atau keriuhan kedai kecil di sudut Hanoi. Thailand dan Vietnam telah berhasil mentransformasi street food mereka menjadi ikon global yang tak lekang oleh waktu.
Daya tarik utama kuliner Thailand terletak pada keberanian rasa. Hidangan seperti Tom Yum atau Pad Thai menonjolkan keseimbangan antara asam, pedas, manis, dan asin dalam satu piring. Penggunaan rempah segar seperti serai, lengkuas, dan cabai rawit menciptakan karakter rasa yang kuat dan sulit dilupakan oleh wisatawan mancanegara.
Sementara itu, Vietnam menawarkan pendekatan yang berbeda melalui kesegaran dan tekstur. Pho dan Banh Mi menjadi bukti bagaimana bahan-bahan sederhana seperti sayuran segar, mint, dan kaldu yang dimasak berjam-jam bisa menciptakan simfoni rasa yang ringan namun mendalam. Teknik memasak yang dipengaruhi budaya Prancis namun tetap memegang teguh akar tradisional menjadikan kuliner Vietnam memiliki kelas tersendiri di mata dunia.
Baca Juga: Kopi Telur Khas Vietnam: Nikmat tapi Perlu Waspada, Bisa Bahaya untuk Kesehatan Jika Berlebihan
Keberhasilan kedua negara ini menduniakan kulinernya tidak lepas dari konsistensi menjaga kualitas bahan meski dijajakan di pinggir jalan. Pemerintah setempat juga sangat mendukung melalui promosi wisata kuliner yang masif, menjadikan setiap suapan bukan sekadar pengganjal perut, melainkan pengalaman budaya yang autentik. (*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani