Jawa Pos Radar Madiun - Kenaikan harga bahan bakar membuat banyak pemilik kendaraan mulai berpikir ulang soal cara berkendara.
Harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.900 per liter dari Rp 19.400. Selain itu, Dexlite naik menjadi Rp 26.000 per liter dari Rp 23.600 dan Pertamina Dex naik menjadi Rp 27.900 per liter dari Rp 23.900.
Di tengah kondisi ini, pengguna mobil diesel dituntut lebih cermat agar konsumsi bahan bakar tetap terkendali tanpa mengorbankan performa kendaraan.
Pengamat otomotif Bebin Djuana menegaskan bahwa efisiensi bahan bakar tidak hanya bergantung pada jenis mesin, tetapi juga dipengaruhi oleh perawatan kendaraan dan kebiasaan pengemudi sehari hari.
"Jika selama ini kendaraan sudah dipelihara dengan baik dan benar, tentu tidak lagi banyak hal yang perlu diperhatikan," kata lulusan teknik mesin Universitas Trisakti itu.
Perawatan Mesin Jadi Kunci Utama
Perawatan rutin menjadi faktor penting dalam menjaga konsumsi bahan bakar tetap efisien. Pengguna disarankan untuk memeriksa buku servis kendaraan secara berkala.
"Tinggal membuka buku servis di posisi km berapa kendaraan ada sekarang, perhatikan poin-poin pemeliharaan mesin, hal mana yang belum dikerjakan, itulah yang menjadi pokok perhatian," katanya.
Dengan mengikuti jadwal perawatan, performa mesin tetap optimal dan pembakaran bahan bakar berjalan lebih efisien.
Baca Juga: Terungkap, Ini Awal Mula Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar yang Membuat WHO Waspada
Perhatikan Tekanan dan Ukuran Ban
Selain mesin, kondisi ban juga berperan besar terhadap konsumsi BBM. Tekanan angin yang tidak sesuai standar dapat membuat kendaraan bekerja lebih berat.
"Jangan lupa tekanan angin ban disesuaikan dengan petunjuk, yang sudah mengubah velg dan ukuran ban demi gaul perlu dipertimbangkan untuk kembali ke standar kendaraan," kata Bebin.
Ukuran ban lebih besar membuat konsumsi BBM meningkat.
Tekanan angin rendah menambah beban kerja mesin. Selain itu, sistem pengereman bisa menurun.
"Ban dengan ukuran di atas standar (pabrikan) membuat boros BBM, daya pengereman turun. Tekanan ban di bawah standar memboroskan BBM," katanya.
Gaya Berkendara Sangat Menentukan
Faktor lain yang sering diabaikan adalah gaya mengemudi. Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa kebiasaan berkendara agresif dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
"Yang sering dilupakan gaya mengemudi sangat menentukan boros tidaknya kendaraan. Hindari gaya agresif dan emosional mengemudi. Ingat setiap tetes BBM saat ini sangat mahal," katanya.
Mengemudi dengan halus, menjaga kecepatan stabil, dan menghindari akselerasi mendadak dapat membantu menghemat bahan bakar.
Berbagai langkah sederhana di atas terbukti mampu membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar secara signifikan.
Di tengah harga BBM yang terus bergerak naik, kebiasaan kecil dalam merawat kendaraan dan cara mengemudi bisa menjadi pembeda antara boros dan hemat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani