Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bos Xpeng Bocorkan Masa Depan Industri Mobil China, Sebut Hanya Lima yang Akan Survive

Satrio Jati • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:25 WIB
Tampilan modern Chery Omoda C5. (CHERY)
Tampilan modern Chery Omoda C5. (CHERY)

Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah persaingan sengit industri otomotif China, satu pernyataan menarik datang dari CEO Xpeng, He Xiaopeng.

Ia menggambarkan masa depan yang tidak akan diisi banyak pemain, melainkan hanya segelintir perusahaan besar yang mampu bertahan dan mendominasi pasar.

Menurutnya, dalam beberapa tahun ke depan, hanya sekitar lima produsen mobil China yang berpotensi mencatatkan pendapatan hingga triliunan yuan, dengan keuntungan mencapai ratusan miliar yuan.

Untuk mencapai level tersebut, perusahaan otomotif harus mampu menjual dalam skala sangat besar setiap tahunnya, setidaknya di angka 7 juta unit per tahun.

Sebagai gambaran, 1 triliun yuan setara dengan sekitar Rp2,5 kuadriliun. Saat ini, hanya segelintir produsen global yang sudah mencapai level tersebut.

Adapun produsen global yang telah mencapai pendapatan tersebut di antaranya Toyota, Volkswagen Group, Hyundai Motor Group, Stellantis dan General Motors.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, data industri menunjukkan beberapa produsen China sudah mendekati level tersebut.

Baca Juga: Baca Komik One Piece 1182: Monster Dewa Hujan Zaza Muncul, Perempuan Transparan Bertubuh Air yang Tenggelamkan Desa Elbaph

Lima besar produsen China berdasarkan pendapatan:

  1. BYD dengan 803,9 miliar yuan
  2. SAIC Motor dengan 646,1 miliar yuan
  3. Geely dengan 345,2 miliar yuan
  4. Chery dengan 300,2 miliar yuan
  5. Great Wall Motors dengan 222,8 miliar yuan

Angka tersebut menunjukkan bahwa jarak menuju level triliunan yuan masih cukup jauh, namun arah pertumbuhan terlihat jelas.

He Xiaopeng juga menyoroti fenomena yang disebut sebagai “involusi” dalam industri otomotif China. Istilah ini menggambarkan persaingan yang terlalu padat tanpa peningkatan kualitas yang signifikan.

Ia mencontohkan kondisi di Beijing Auto Show 2026, di mana sekitar 150 model mobil baru diluncurkan dalam satu ajang.

Menurutnya, industri akan menjadi lebih sehat jika jumlah peluncuran tidak berlebihan dan inovasi lebih terarah.

Pernyataan He Xiaopeng menegaskan bahwa industri otomotif China sedang menuju fase seleksi alam. Hanya perusahaan dengan inovasi kuat, skala besar, dan strategi tepat yang akan bertahan.

Sisanya, kemungkinan akan tersingkir oleh kompetisi yang semakin intens. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#xpeng #Mobil China #mobil listrik #harga #penjualan