Jawa Pos Radar Madiun - Kasur busa masih menjadi pilihan favorit karena harganya terjangkau dan cukup nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.
Di tahun 2026, banyak produk kasur busa yang dijual di bawah Rp500 ribu, terutama untuk ukuran single dengan ketebalan standar.
Umumnya, kasur di kelas ini memiliki ketebalan sekitar 5–10 cm dengan tingkat kepadatan (density) sedang.
Produk seperti ini cocok digunakan untuk kamar kos, kamar anak, atau sebagai kasur tambahan di rumah.
1. Inoac
Inoac menjadi merek kasur busa yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Produk ini dikenal memiliki busa yang lebih padat dan tidak mudah kempes dibandingkan kasur murah lainnya.
Di kisaran harga Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, tersedia varian seperti EOQ dan EON yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Kasur ini cocok untuk penggunaan harian ringan hingga sedang.
2. Royal Foam
Royal Foam menawarkan kasur busa dengan harga terjangkau namun tetap nyaman dipakai.
Dengan kisaran harga Rp350 ribu hingga Rp500 ribu, beberapa variannya bahkan memiliki ketebalan hingga 10 cm.
Produk ini cukup stabil untuk penggunaan sehari-hari, terutama bagi yang mencari kasur sederhana dengan daya tahan cukup baik.
3. Big Foam
Big Foam menjadi alternatif menarik bagi yang ingin kasur murah dengan tampilan lebih variatif.
Selain menawarkan banyak pilihan ukuran, desain cover-nya juga lebih beragam.
Dengan harga Rp350 ribu hingga Rp500 ribu, kasur ini cocok untuk penggunaan ringan seperti kamar tamu atau kasur cadangan.
4. Uniland
Uniland banyak dipilih karena harganya yang sangat terjangkau, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp450 ribu.
Produk ini tersedia dalam model standar maupun lipat, sehingga cocok untuk ruang terbatas.
Fleksibilitasnya membuat kasur ini ideal untuk kebutuhan darurat atau tambahan.
5. La Dova
La Dova menjadi salah satu opsi kasur busa ekonomis yang cukup populer. Dengan harga di kisaran Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, kasur ini menawarkan busa yang cukup solid untuk penggunaan ringan.
Banyak digunakan di kamar kos atau kamar anak karena harganya yang ramah di kantong.
Editor : Andi Chorniawan